SOLO, KOMPAS.com — Pascabentrokan antara warga dan organisasi masyarakat di Solo, warga di Kelurahan Gandekan, Jebres, mengungsi ke rumah sanak-saudara. Setidaknya ada 10 keluarga yang mengungsi.
"Warga yang mengungsi terutama para orang tua, wanita, dan anak-anak," kata Atok, warga RW IX, Bangunharjo, Kelurahan Gandekan, Sabtu (5/5/2012) ini.
Untuk mengantisipasi serangan lagi, warga hingga Sabtu ini masih memblokade jalan masuk ke kampung mereka dengan palang-palang kayu. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan ulang dari organisasi massa yang menyerang kampung mereka, Jumat sore kemarin.
Warga di RW IX Bangunharjo memasang palang kayu hingga dua lapis. "Kami mengantisipasi adanya serangan lagi," kata Hardono.
Sebelumnya, dua warga di kampung ini, Ngatiman dan Haris, menjadi korban amukan massa dari salah satu organisasi massa. Ngatiman mengalami luka bacokan di punggung, kepala, dan tangannya. Tiga jari tangannya putus akibat tebasan pedang.
Sementara itu, Haris mengalami luka bacokan di kedua pergelangan tangannya. "Luka itu akibat menangkis ayunan pedang. Tangan kirinya malam ini dioperasi karena otot tendonnya putus," tambah Atok, yang juga adik ipar Haris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang