Antre bbm

Pemilik Kendaraan Menginap di SPBU

Kompas.com - 06/05/2012, 12:20 WIB

GUNUNG SUGIH, KOMPAS.com — Kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi di Lampung kian menjadi-jadi. Antrean di SPBU meluas di sejumlah wilayah. Bahkan, pemilik kendaraan sampai harus menginap demi mendapat BBM.

Dari pantauan Sabtu (5/5/2012) hingga Minggu dini hari, di sepanjang jalan lintas timur Sumatera mulai dari Mesuji Lampung yang berbatasan dengan Sumatera Selatan hingga Bandar Lampung, BBM sulit ditemui.

Hampir semua SPBU tutup karena kehabisan stok BBM bersubsidi. Meskipun tutup, ratusan kendaraan tetap antre di SPBU ini untuk menunggu stok disalurkan. Hal ini antara lain terlihat di SPBU Kibang, Menggala, dan Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Para pengemudi yang mayoritas sopir angkutan kota bahkan rela menginap di SPBU demi mendapatkan BBM bersubsidi. "Sudah nunggu dari siang, tapi belum juga datang (mobil tangki pembawa stok BBM)," ujar Andri, salah seorang sopir angkot di Menggala, Sabtu.

Antrean panjang terlihat di SPBU Bandar Jaya, Lampung Tengah. Antrean mencapai 500 meter. Mobil-mobil antre di sepanjang bahu jalan sehingga polisi terpaksa mengatur lalu lintas pada malam hari.

Beberapa pekan terakhir, pedagang eceran pun mulai jarang terlihat di sepanjang jalur ini. Hal ini kian menguatkan kesan kelangkaan BBM bersubsidi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau