Rsbi

Biaya RSBI Urusan Pemerintah, Bukan Siswa

Kompas.com - 06/05/2012, 18:06 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Dosen Psikologi Perkembangan Universitas Airlangga, Surabaya, Duta Nurdibyanandaru, berpendapat, sekolah yang berstatus RSBI dan yang bukan semestinya tidak memiliki perbedaan dalam hal apa pun, tidak terkecuali dalam hal biaya.

"Biayanya harus sama karena perbedaannya hanya ditentukan perkembangan kecerdasan masing-masing anak. Itu tidak berbeda dengan kelas IPA dan IPS, tetapi sekarang ada kelas nasional dan internasional," katanya.

Terkait kemungkinan biaya tambahan untuk pendidikan tambahan bagi guru di kelas internasional, ia mengatakan, peningkatan kualitas guru itu merupakan tanggung jawab pemerintah.

"Karena itu, beban anggaran harus ditanggung pemerintah yang telah menetapkan RSBI atau SBI, bukan dibebankan kepada siswa karena akan memberatkan orangtua siswa," katanya.

Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persoalan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang digugat masyarakat. Judicial review Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Pasal 50 Ayat (3) terhadap Pasal 31 UUD 1945 tentang dasar hukum RSBI masih disidangkan MK.

"Masih disidang MK, tetapi saya tidak mengikuti perkembangannya sampai di mana," kata Staf Khusus Mendikbud, Sukemi, di Surabaya, Minggu (6/5/2012).

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya M Ikhsan mengatakan, pihaknya juga masih menunggu sikap pemerintah untuk menetapkan RSBI menjadi SBI.

"Kami memiliki ratusan RSBI mulai dari SD hingga SMA dan mestinya tahun ini sudah ada yang menjadi SBI. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun yang diputuskan pemerintah. Jadi, kami masih menunggu pusat," katanya.

Senada dengan itu, seorang guru SMK di Gresik, Hanif Hasan, mengaku sekolah yang menjadi RSBI itu mendapatkan banyak manfaat karena guru dan siswa dipaksa untuk belajar bahasa Inggris dan meningkatkan kualitas keilmuannya.

"Sebagai praktisi, saya setuju dengan RSBI, apalagi kalau sampai menjadi SBI karena RSBI itu sendiri banyak manfaat, banyak siswa dan guru yang belajar bahasa Inggris dan meningkatkan kualitas keilmuan," ujarnya.

Tentang biaya, ia mengatakan biaya itu nisbi.

"Saya kira pendidikan berkualitas dan tidak berkualitas itu memang ada bedanya, termasuk dalam hal biaya, asalkan tidak memberatkan orangtua siswa, tentu wajar," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau