SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara berikrar akan meneruskan "program-program nuklir damai dan ruang angkasa", Minggu (6/5/2012), mengabaikan seruan dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Korea Utara yang komunis itu mengecam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, China, Rusia, Perancis, dan Inggris di sela-sela satu pertemuan non-proliferasi senjata nuklir di Wina, Kamis.
Mereka menyatakan "sangat cemas" dan mendesak Pyongyang "menahan diri dari aksi-aksi lebih jauh yang mungkin menimbulkan kekhawatiran mendalam di kawasan itu, termasuk uji coba nuklir".
Ada dugaan kuat Korut mungkin akan melakukan uji coba nuklir ketiganya setelah satu peluncuran roket yang gagal, 13 April, yang memicu kecaman internasional.
Seorang pakar muklir Korea Selatan mengatakan, Korut telah merampungkan persiapan bagi uji coba nuklir ketiga, sementara foto-foto satelit di lokasi uji coba Punggye-ri menunjukkan pekerjaan mengalami kemajuan.
Pernyataan pada Kamis itu adalah satu "tindakan ilegal yang melanggar" hak Korut untuk menggunakan ruang angkasanya dan tenaga nuklir untuk tujuan damai, kata seorang juru bicara Korut yang tidak disebut namanya melalui media resmi.
"Kami akan tetap menjaga kedaulatan negara kami, didasarkan pada pencegahan nuklir untuk mempertahankan diri, dan tetap melanjutkan pengembangan ruang angkasa damai kami dan pembangunan industri tenaga nuklir kami," kata juru bicara itu.
Menlu AS Hillary Clinton, Jumat (4/5/2012) di Beijing, mengatakan, Washigton siap bekerja sama dengan Pyongyang jika mereka melakukan perubahan, tetapi ia menyatakan keraguannya tentang niat-niat pemerintah itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang