Dukungan Sudah Bulat

Kompas.com - 07/05/2012, 01:54 WIB

Surabaya, Kompas - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan, dukungan partainya terhadap pencalonan dirinya sebagai presiden telah bulat. Dukungan itu juga sudah mengalir dari Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golkar Banda Aceh yang sebelumnya menolak.

”DPD II Banda Aceh juga sudah menyatakan dukungan. Tidak ada masalah lagi,” kata Aburizal yang biasa disapa Ical saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD II Golkar Kota Surabaya, Sabtu (5/5), di Surabaya, Jawa Timur. Dukungan itu termasuk dukungan terhadap digelarnya Rapat Pimpinan Nasional pada Juni 2012.

Aburizal mengakui pencalonan dirinya sebagai presiden banyak dipersoalkan. Namun, hal itu merupakan konsekuensi karena Partai Golkar adalah partai besar dan kuat.

Seperti diberitakan, langkah Aburizal yang maju sebagai calon presiden dari Partai Golkar sempat menimbulkan polemik. Ketua DPD II Partai Golkar Banda Aceh Muntasir Hamid menyatakan dukungan DPD diduga tidak murni dan disinyalir ada intimidasi. Jika tidak mendukung, tidak akan dimasukkan dalam daftar calon anggota legislatif pada Pemilu 2014.

Namun, menurut Aburizal, Partai Golkar saat ini ibarat rumah yang terang dan dikerumuni banyak laron. ”Golkar sekarang bersinar terang sehingga banyak orang yang ingin masuk ke Partai Golkar,” katanya.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Martono, Minggu (6/5), di Surabaya, mengatakan, semua 38 DPD II Partai Golkar di Jatim sudah mendukung Aburizal. Bahkan, DPD Partai Golkar Jatim juga akan mengusulkan Gubernur Jatim Soekarwo dari Partai Demokrat sebagai wakil presiden dari Partai Golkar.

Mengenai sosok Aburizal, Martono menilainya sebagai sosok yang bertanggung jawab sehingga layak jadi pemimpin. Hal itu terlihat ketika Aburizal tetap mau bertanggung jawab dalam kasus lumpur Lapindo. Catatan Kompas, saat ini Lapindo baru sanggup melunasi Rp 400 miliar dari total tunggakan pembayaran ganti rugi sebesar Rp 1,1 triliun.

Selain membuka Rakerda, Aburizal pada Sabtu lalu juga memberi ceramah kewirausahaan kepada sejumlah pelajar SMA dan SMK di Gedung Juang 45 Surabaya. Aburizal juga menemui para pedagang di Pasar Atom Surabaya yang mayoritas pedagangnya masyarakat Tionghoa. Sebelum ke Surabaya, Aburizal berkunjung ke Probolinggo untuk menemui tokoh agama.

Namun, Zainal Bintang, Ketua DPP Partai Golkar periode 2004-2009, pekan lalu mengatakan, kebulatan tekad yang dipakai dalam penetapan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden dari partainya adalah konsep usang. Model itu juga berpotensi memicu gejolak internal yang dapat memperlemah partai.

Zainal menilai, memobilisasi pengurus DPD I dan DPD II ke rumah pribadi Aburizal untuk mendukungnya sebagai capres berpotensi menafikan aspirasi mayoritas yang konstitusional. Cara itu juga seperti kebulatan tekad di masa Orde Baru, yang cenderung tak demokratis, tidak transparan, dan menggunakan tekanan kekuasaan. Untuk itu, Zainal berharap, Golkar mengkaji ulang rencana penetapan Aburizal sebagai capres tunggal.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung berharap, partainya menjunjung tinggi aturan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai. Komunikasi substansial juga harus lebih digalakkan.

Harapan itu muncul karena DPP Partai Golkar belum menjawab surat Dewan Pertimbangan yang dikirim 25 April, antara lain meminta Aburizal lebih fokus melakukan konsolidasi dan kaderisasi untuk mengejar target kemenangan. Dalam AD partai ditegaskan, DPP meminta saran Dewan Pertimbangan ketika mengambil keputusan penting seperti calon presiden.

”Kami masih menunggu jawaban DPP atas surat itu. Jika tidak kunjung ada jawaban, mungkin minggu depan Dewan Pertimbangan akan kembali berkumpul,” tutur Akbar.

Pekan lalu, Aburizal menyatakan, sudah menerima surat itu. Namun, keputusan ada di DPP.

(DEN/NWO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau