Hidayat Minta Gubernur DKI Berikan Teguran Terbuka

Kompas.com - 07/05/2012, 05:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hidayat Nur Wahid akhirnya memberikan tanggapan atas larangan untuk menjadi khatib saat berada di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Hidayat menegaskan tidak ingin berpolemik tentang larangan Ketua Masjid An Ni'Mah.

"Tapi jika benar Gubernur atau Bupati tidak pernah memberikan perintah larangan itu, Gubernur dan Bupati harus memberikan teguran secara terbuka kepada bawahannya," kata Hidayat Nur Wahid saat jumpa pers di Media Center Hidayat-Didik, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2012).

Ia menjelaskan, sejak mereka tiba di Pulau Panggang, tidak ada masalah yang mereka hadapi. Masyarakat pulau tersebut menerima Hidayat dan rombongan dengan ramah. Pemberitahuan terkait larangan berkhotbah pun tidak pernah diketahuinya hingga sejam sebelum sholat Jumat.

Ketua masjid yang mengeluarkan larangan tersebut mengaku hanya melaksanakan perintah atasannya. Atas dasar itu, Hidayat meminta Gubernur DKI Jakarta dan Bupati Kepulauan Seribu memberi peringatan terbuka kepada pegawai honorer itu.

Peringatan yang diketahui publik tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kedua petinggi pemerintah daerah itu tidak pernah mengeluarkan larangan dimaksud. "Jika ada yang mengskenariokan larangan ini tentu sangat kami sayangkan," kata Hidayat mengingatkan.

Ia berharap pihak-pihak yang ingin menjegalnya tidak menggunakan cara-cara politik yang kerap digunakan penguasa Orde Baru. Pasalnya, cara tersebut bisa memecah belah warga dan justru menjadi boomerang yang bisa merusak citra orang yang melakukannya.

Hidayat menegaskan, ia terdidik dan terbiasa menjadi seorang khatib. Bahkan, hingga kini ia masih rutin memberikan khotbah di Masjid Istiglal Jakarta.

"Saya seorang juru khotbah. Saya juga mantan Ketua MPR. Kok tiba-tiba ada larangan untuk berkhotbah yang tidak wajar seperti itu," kecam Hidayat.

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung PKS ini berharap tidak akan ada lagi intimidasi dan tekanan terhadap masyarakat di akar rumput, termasuk terhadap mereka yang memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon tertentu.

Ia berharap pula para birokrat pemerintahan tidak perlu menggunakan kewenangan untuk memberikan tekanan kepada warga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau