Kian Nekat, Perampok Gasak Minimarket Dekat Mapolsek Serpong

Kompas.com - 07/05/2012, 06:31 WIB

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Aksi perampokan terhadap minimarket di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, kian nekat.

Hanya berselisih 2 hari sejak perampokan di Indomaret 24 Jam, Jalan Raya Serpong, Jumat (4/5/2012) subuh, perampokan dengan menggunakan senjata api kembali terjadi pada Minggu (6/52012) subuh di Alfamidi 24 Jam, Jalan Letnan Soetopo, BSD, Lengkong Gudang Timur, Serpong.

Ironisnya, lokasi Alfamidi di seberang Sekolah Santa Ursula BSD ini hanya 600 meter dari markas Polsek Serpong di jalan yang sama. Pelaku diduga sama dengan perampok di Indomaret pada Jumat subuh.

"Ya, perampokan terjadi lagi di Alfamidi. Modusnya sama. Pelakunya sama setelah lihat CCTV," kata Kepala Polsek Serpong, Kompol Nico Andreano Setiawan, Minggu malam.

Nico mengatakan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 05.15 WIB. Saat itu terdapat tiga karyawan Alfamidi, di antaranya sedang membereskan barang di rak dan satu lagi berada di meja kasir atau server.

Saat itu pula tiga orang perampok memasuki Alfamidi dan menodongkan senjata. Nico mengatakan, pelaku berjumlah 5 orang. Salah satu perampok membawa pistol, tiga lainnya membawa golok, dan satu orang menunggu di luar.

Saat beraksi pelaku memakai masker dan topi. Perampok juga berkomunikasi dengan logat Betawi (Jakarta). "Mereka hanya mengubah logat saja. Kemarin Sunda, sekarang Jakarta," kata Nico.

Sama seperti kejadian sebelumnya, kali ini pelaku membawa korban ke tangga kemudian mengikat tangan dan kaki mereka dengan posisi duduk. Karyawan lain yang sedang berada server dipaksa untuk menunjukkan dan membuka brankas.

Kerugian diperkirakan mencapai Rp 33 juta. Ketika Kompas.com mendatangi sejumlah minimarket di sekitar lokasi kejadian, para penjaga minimarket menyatakan tidak tahu tentang kejadian tersebut.

Mereka umumnya hanya mengetahui kejadian perampokan pada Jumat pukul 04.15, tetapi tidak mengetahui kejadian pada Minggu subuh. Penjaga Alfamart 24 Jam di Jalan Raya Serpong Km. 8, Kartono, mengatakan, setiap hari selalu ada mobil patroli Polsek Serpong yang melintas di Jalan Raya Serpong sekitar pukul 00.00 WIB.

Patroli juga dilakukan secara swakarsa oleh warga setempat. Akan tetapi, patroli tersebut tidak pernah dilakukan setelah pukul 04.00 WIB.

"Bukan karena patroli tidak jalan. Ini berhubungan dengan waktu alias kesempatan. Kita sudah maksimal kerahkan patroli tapi jumlah patroli tidak sebanding dengan titik-titik kerawanannya sehingga pasti ada jeda waktu di mana patroli tidak ada di lokasi, sedangkan kejahatan berlangsung hanya 5 menit," kata Nico.

Dalam pengamatan Kompas.com di Alfamidi BSD, terdapat sejumlah gerai makanan di halaman minimarket tersebut.

Namun, mereka umumnya hanya buka hingga larut malam. Para penjual makanan dan penjaga parkir di tempat ini pun tidak mengetahui informasi tentang adanya perampokan pada Minggu subuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau