JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan jual menghinggapi pasar modal nasional pada awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan langsung terpangkas 39,765 poin. Atau 0,95 persen ke level 4.176,916 pada Senin (7/5/2012).
Indeks LQ45 turun 10,119 poin atau 1,41 persen ke level 706,097. Memasuki lima menit perdagangan, IHSG semakin tertekan. Indeks jeblok 79,194 poin (1,88 persen) ke level 4.137,487.
IHSG pekan lalu ditutup menguat +1,27 persen didorong oleh sentimen positif dari laporan keuangan emiten kuartal pertama.
Di sisi lain menjelang akhir pekan pergerakan indeks tertahan oleh sentimen negatif eksternal terkait kekhawatiran akan melambatnya perekonomian global. Beberapa data makro ekonomi dari China, Eropa, dan Amerika Serikat tampak direspon negatif oleh pasar.
Harga komoditas tercatat bergerak melemah sebagai antisipasi dari penurunan permintaan.
Pemerintah juga memproyeksikan tahun ini akan terjadi penurunan surplus perdagangan sebagai dampak turunnya nilai ekspor.
Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menyatakan, mengawali pekan ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.
Kisaran support-resistance 4.200-4.235. Pelaku pasar direkomendasikan melakukan trading jangka pendek pada saham second liner seperti ADHI, GTBO, KIJA, MTLA, dan TURI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang