Utang Pemerintah RI Per April 2012 Rp 1.859,43 Triliun

Kompas.com - 07/05/2012, 11:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Utang pemerintah pusat untuk mendanai pembangunan selama enam tahun ini per April 2012 sudah mencapai posisi Rp 1.859,43 triliun atau 202,55 miliar dollar AS.

Dari total Rp 1.859,43 triliun selama 2007-2012, total utang paling besar tercatat berasal dari penerbitan surat berharga sebesar Rp 1.246,66 triliun. Sebagain besar adalah penerbitan surat berharga berdenominasi rupiah senilai Rp 1.033,17 triliun dan sisanya berdenominasi valuta asing.

Utang yang berasal dari pinjaman luar negeri dari multilateral, bilateral, komersial, dan lain-lain mencapai Rp 611,66 triliun atau 66,63 miliar dollar AS. Adapun pinjaman dalam negeri baru mencapai Rp 1,11 triliun.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Walyanto saat dimintai konfirmasi Kompas di Jakarta, Senin (7/5/2012).

"Meskipun total nominal utang bertambah, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) terus turun. Kalau pada tahun 2007 lalu mencapai 35,1 persen, pada tahun 2012 ini turun menjadi 23,9 persen," kata Rahmat.

Menurut dia, tambahan tahun 2004-2008 justru menghasilkan tambahan PDB yang jauh lebih besar sehingga rasio utang menurun tajam dari 57 persen pada akhir 2004 dan diproyeksikan menjadi sekitar 32 persen pada akhir 2009 atau lebih baik daripada sebelum krisis 1997 yang sebesar 38 persen.

"Realisasi rasio utang terhadap PDB pada akhir tahun 2009 justru turun menjadi 28 persen," ungkapnya.

Rahmat mengatakan, penurunan rasio utang terhadap PDB Pemerintah Indonesia juga lebih baik dibandingkan dengan negara-negara yang digolongkan non-investment grade peer group, seperti Argentina dan Turki.

"Bahkan, boleh dibilang lebih baik dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Italia," lanjut Rahmat sambil mengirimkan buku saku Perkembangan Utang Negara, April 2012

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau