Parepare

Aminah Serumah dengan Seekor Buaya

Kompas.com - 07/05/2012, 11:11 WIB

PAREPARE, KOMPAS. com — Empat tahun sudah Aminah (45) bersama suaminya, Nasram (46), hidup bersama seekor buaya. Pasangan suami istri ini memelihara sang buaya yang mereka beri nama Becce layaknya memelihara burung, ayam, atau kucing di dalam rumah.

Aminah, warga Jalan Liu Buloe, Kelurahan Lompoe, Bacukiki Barat, Parepare, Sulawesi Selatan, itu memelihara Becce layaknya memelihara bayinya sendiri. Sejak Juli 2008, Becce ditemukan di dekat Sungai Karaja’e, tidak jauh dari rumah Aminah. Kala itu, Becce naik di badan jalan. Saat hendak dipukuli oleh sejumlah warga, lurah setempat mencegahnya.

Mendengar adanya seekor buaya yang ditemukan naik di badan jalan, Aminah dan Nasram pun penasaran. Konon, ketika melihat Aminah, Becce langsung mengeluarkan air mata, seakan meminta belas kasihan kepada Aminah.

Seketika itu pula sejumlah warga yang melihat kejadian itu mengurungkan niat untuk membunuh Becce. "Waktu saya melihat Becce, dia langsung meneteskan air mata, seakan berkata, 'Bawa aku pulang',” kata Aminah sambil terus menyuapi Becce dengan udang, Senin (7/5/2012) pagi ini.

Akhirnya, sejumlah warga mengizinkan Aminah membawa Becce ke rumahnya. Saat itu, Becce masih berukuran 1 meter. Aminah yakin buaya yang dipeliharanya merupakan kembaran dari salah seorang anggota keluarganya. Itulah sebabnya, dia tak segan memperlakukan buaya itu layaknya anak sendiri.

Setiap hari Aminah tak pernah lalai memberi makan sang buaya. Dengan telaten dia menyuapkan udang, telur, dan daging ayam ke mulut buaya. Bukan itu saja, reptil buas itu juga dibuatkan tempat khusus di samping ranjang tidur keluarga. Apalagi, buaya yang satu ini memang tidak pernah mengamuk, bahkan penurut. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau