Disangka Angkut Aremania, KA Matarmaja Dilempari

Kompas.com - 07/05/2012, 14:32 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Diduga mengangkut suporter fanatik Arema Indonesia, Aremania, puluhan kaca Kereta Api Mataremaja, jurusan Malang-Jakarta, pecah akibat dilempari orang tak dikenal. Pihak PT KA mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Padahal, Kerata Api Mataremaja, jurusan Malang-Jakarta itu, tidak mengangkut rombongan para supoter Aremania yang akan menuju Solo, untuk mendukung tim kesayangannya Arema Indoensia melawan Persija Jakarta, Minggu (6/5/2012) kemarin.

Menurut keterangan Kepala Stasiun Kotabaru Malang, Lutfi Wijaya, kepada wartawan, Senin (7/5/2012), pihaknya tidak mengetahui secara pasti di mana pelemparan tersebut terjadi. "Saya tak tahu secara pasti. Tapi yang jelas, kaca KA Mataremaja pecahan, akibat dilempari batu oleh orang tak dikenal," katanya.

Pelemparan tersebut, katanya, saat KA Mataremaja berangkat ke Jakarta-Malang dan saat pulang Jakarta-Malang pada 4 Mei lalu hingga 7 Mei. "Yang jelas, dilempari batu itu, karena dikira KA sedang mengangkut suporter Aremania yang akan ke Solo dan pulang dari Solo," aku Lutfi, disela-sela memantau kondisi kereta, di Stasiun Kotabaru Malang.

Padahal, kata Lutfi, Aremania pulang dari Solo, untuk mendukung Arema ISL tidak menggunakan KA, tapi menggunakan bus. "Rombongan Aremania tidak naik kereta. Mereka diakomodir oleh pihak kepolisian di Solo untuk naik bus," katanya.

Adapun jumlah kaca kereta yang pecah aku Lutfi, terdiri dari tiga bagian. Dia ntaranya, kaca jendela berukuran 35x80 cm sebanyak 50 buah dan kaca atas berukuran 15x80 cm sebanyak 15 buah. "Untuk kaca pintu kereta, yang pecah sebanyak 8 buah. Kerugiannya sekitar jutaan rupiah. Kalau nominal kerugian pastinya kami tidak tahu pasti. yang jelas jutaan," katanya.

Hingga saat ini, pihak stasiun Kotabaru, berusaha untuk segera melakukan penggantian kaca yang rusak tersebut. "Agar penumpang tetap nyaman. Kita akan langsung mengganti kaca yang pecah. Karena ini menyangkut kenyamanan penumpang," katanya.

Sementara itu, untuk menghindari kejadian serupa, pihak PT KA kata Lutfi, telah mencoba melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat, untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat terutama anak muda, agar tidak merusak kaca KA. Sebelumnya, pelamparan sudah terjadi di wilayah Pakisaji, Kabupaten Malang. "Setelah kita melakukan pendekatan pada tokoh masyarakat, pelemparan di Malang mulai berkurang. Untuk di luar Malang, kita masih berusaha bagaimana agar itu tak terjadi juga," katanya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau