Kasus Hambalang Bisa Pengaruhi "Rating" Demokrat

Kompas.com - 07/05/2012, 17:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi secepatnya menyelesaikan penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan pusat pelatihan olahraga Hambalang, Jawa Barat. Pasalnya, kasus itu dinilai mempengaruhi tingkat dukungan publik terhadap Partai Demokrat (PD).

"Kalau berlama-lama, ini berpengaruh kepada rating Partai Demokrat di hadapan publik. Oleh karena itu, jangan sampai dikesankan bahwa KPK ini juga terkena agenda politik dari parpol lain. Itu saja permintaan kami," kata Hayono Isman anggota Dewan Pembina PD di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/5/2012).

Hal itu dikatakan Hayono ketika dimintai tanggapan dugaan keterlibatan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum terkait kasus Hambalang. Kasus itu masih dalam tahap penyelidikan KPK.

Hayono mengatakan, pihaknya berharap KPK segera menetapkan tersangka jika ada kader PD terlibat kasus itu. Sebaliknya, kata dia, segera disampaikan ke publik jika tidak ada keterlibatan.

"Sikap kami jelas bahwa siapapun pengurus, apakah di departemen, pengurus harian, termasuk ketua umum, apabila jadi tersangka maka otomatis berhenti sebagai pengurus," kata Hayono.

Seperti diberitakan, sampai saat ini KPK telah memeriksa lebih dari 50 orang, salah satunya istri Anas, Athiyah Laila, terkait penyelidikan kasus Hambalang. KPK juga berencana memeriksa Anas dalam kasus ini.

Penyelidikan kasus pembangunan pusat olahraga Hambalang ini berawal dari temuan KPK saat melakukan penggeledahan di kantor Grup Permai beberapa waktu lalu terkait penyidikan kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games.

Nazaruddin menyebut Anas sebagai pihak yang mengatur proyek pembangunan Hambalang. Anas berulang kali membantah terlibat kasus korupsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau