Buffon: Milan Tak Bisa Tertawa Lagi

Kompas.com - 08/05/2012, 02:15 WIB

TURIN, KOMPAS.com — Gelar scudetto ke-28 Juventus musim ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Gianluigi Buffon. Kiper veteran berusia 34 tahun tersebut puas dapat merebut trofi itu dari juara bertahan AC Milan.

Kepuasan Buffon bukan tanpa alasan. Maklum saja, Gigi—sapaan Buffon—memendam dendam kecil. Ia pernah ditertawakan oleh sejumlah pemain Milan. Gara-garanya sepele, Buffon pernah sesumbar Juventus akan menjuarai Serie-A dan hal itu dikatakannya di awal musim ini.

"Aku bisa mengatakannya sekarang. Sehari setelah presentasi stadion baru Juventus, aku menemui para pengunjung dan bilang kami akan memenangi scudetto," ungkap Buffon.

"Aku mengatakan hal yang sama pada beberapa pemain Milan ketika mereka sedang membela negaranya di pertandingan internasional. Mereka tertawa di depan mukaku. Bukan hal yang sopan menurutku," katanya lagi.

Buffon masih terus mencurahkan isi hatinya kalau sesumbarnya itu diungkapkan Agustus tahun lalu. Ketika impiannya jadi kenyataan, masalah jelas bukan milik Buffon.

Juventus menyabet menjadi juara Serie-A musim ini, setelah berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Cagliari, Minggu (6/5/2012). Tim besutan Antonio Conte itu mengoleksi 81 poin, atau unggul empat angka dari Milan di tempat kedua, plus rekor belum pernah kalah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau