JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2012) diperkirakan akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Tekanan jual para pelaku pasar saham di Indonesia kemarin telah menghantam pasar saham dan obligasi dalam negeri.
Demikian catatan dari BNI Unit Treasury. Situasi ikut membebani mata uang rupiah. Ketidakpastian global tidak hanya memberikan tekanan kuat terhadap rupiah, tapi juga mata uang Asia lainnya. Bahkan, peluang pelemahan pun masih terbuka di tengah antisipasi investor atas prediksi buruknya data neraca perdagangan AS.
Walaupun begitu, kondisi ini berpeluang mereda di tengah penantian pasar atas lelang kelima seri Sukuk Indonesia dengan target mencapai Rp 1 triliun. Terlebih indikasi pelemahan dollar memunculkan dukungan buat rupiah untuk bertahan dari deraan depresiasi yang sebelumnya sangat kuat.
Hari Senin (7/5/2012) rupiah ditutup menguat tipis di level Rp 9.195 per dollar AS dibandingkan dengan pembukaan yang berada pada Rp 9.205 per dollar AS. Sepajang perdagangan, rupiah bergerak di kisaran Rp 9.190 - Rp 9.225 per dollar AS.
Aksi intervensi BI ke pasar ditengarai berhasil mengangkat rupiah hingga berhasil ditutup di level Rp 9.190-an per dollar AS. Padahal sepinya pasar terimbas keengganan partisipan pasar membangun posisi baru di tengah ketidakpastian politik di kawasan zona euro cenderung menguntungkan posisi safe-haven dollar AS.
Apalagi data produk domestik bruto Indonesia yang diumumkan lebih rendah dari ekspektasi meski tipis (6,30 persen dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang 6,31 persen).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang