Unjuk rasa

Suku Anak Dalam Diultimatum untuk Bubarkan Diri

Kompas.com - 08/05/2012, 15:47 WIB

JAMBI, KOMPAS.com — Unjuk rasa dan pendudukan kompleks Kantor Gubernur Jambi di kawasan Telanaipura, Jambi, telah berlangsung lebih dari tiga pekan dan menimbulkan keresahan bagi kelompok-kelompok masyarakat lain.

Lembaga Laskar Melayu Jambi mengultimatum para pendemo untuk membubarkan diri paling lambat Rabu (9/5/2012).

Pengurus Laskar Melayu Jambi, Syahfrisal, mengatakan, unjuk rasa dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan Suku Anak Dalam untuk menuntut lahan di kawasan hutan negara di Kabupaten Batanghari. Aksi itu dilanjutkan dengan menginap selama lebih dari tiga pekan.

Para pemdemo yang berjumlah sekitar 50 orang membangun tenda-tenda darurat untuk menginap. Trotoar kompleks kantor gubernur juga dijadikan dapur umum bagi para pendemo.

"Aksi mereka mulai meresahkan masyarakat. Mereka harus segera bubar," ujar Syahfrisal.

Pihaknya memberi waktu bagi para pendemo hingga  besok untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing. Pihaknya mengatakan akan membubarkan paksa massa pendemo apabila mereka tidak juga membubarkan diri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau