BPH Migas Usut Puluhan Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Kompas.com - 08/05/2012, 17:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mengusut puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi.

Sepanjang Januari sampai April 2012, badan pengatur tersebut telah menyelidiki 218 kasus di sejumlah daerah.  

Menurut Kepala BPH Migas, Andy Noorsaman Sommeng, dalam jumpa pers, Selasa (8/5/2012), di Kantor BPH Migas, Jakarta, pemerintah bersama DPR telah memutuskan harga BBM bersubsidi tidak naik, sehingga ada disparitas atau perbedaan harga BBM bersubsidi dengan BBM nonsubsidi (harga industri atau keekonomian) sangat tinggi.  

Hal ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mengeruk keuntungan pribadi, dengan melakukan penyalahgunaan terhadap BBM bersubsidi melalui pengoplosan dan penimbunan, untuk menjual kembali dengan harga tinggi dan tidak dilengkapi dengan izin usaha niaga.

Satgas Pengawasan dan Pengendalian BBM bersubsidi bekerja sama dengan aparat kepolisian daerah, telah menindak dan memeriksa puluhan kasus penyelewengan BBM bersubsidi di sejumlah daerah.

Di Kalimantan Timur, misalnya, pihaknya mengungkap 54 kasus dengan barang bukti 147 ton solar, 24.812 liter premium, dan 600 liter minyak tanah. Barang bukti 25 unit mobil, 11 unit dump truk dan uang tunai Rp 94 juta.

Estimasi nilai barang bukti temuan satgas yang telah ditindak terdiri dari minyak solar 619.300 liter senilai Rp 5,9 miliar, minyak premium 24.800 liter senilai Rp 233 juta, minyak tanah 600 liter senilai Rp 5,4 juta, dan MFO 250,1 juta liter senilai Rp 105,04 miliar.

Total nilai barang bukti temuan Satuan Tugas yang telah ditindak mencapai Rp 111,2 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau