BLORA, KOMPAS.com — PT Blora Patra Energi masih menunggu izin PT Pertamina EP untuk mengelola 282 sumur minyak tua. Badan usaha milik daerah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, itu berharap Pertamina segera merealisasikannya.
Direktur PT Blora Patra Energi (BPE) Christian Prasetya, Selasa (8/5/2012), mengatakan, izin pengambilalihan pengelolaan 282 sumur minyak tua itu belum turun. Sebelumnya, sumur-sumur itu dikelola masyarakat setempat di bawah naungan Koperasi Karyawan Pertamina Patra Raya (Kokaptraya).
"PT BPE meminta izin alih kelola 282 sumur minyak tua itu karena yang berhak mengelola sumur minyak tua adalah perusahaan daerah atau KUD," kata Christian.
Sejak tahun 2011, PT BPE mengelola 36 sumur minyak tua di Kecamatan Kedungtuban, Banjarejo, dan Randublatung. Sebanyak 11 sumur mendapat izin pinjam pakai dari Perum Perhutani, sedangkan 25 sumur masih menunggu izin.
Tiga di antaranya sudah berproduksi. Kapasitas produksi total ketiga sumur tersebut sebesar 1.000 liter minyak mentah per hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang