Waduh... JORR W2 Terkendala Pembebasan Lahan!

Kompas.com - 08/05/2012, 18:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Proses konstruksi ruas tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) seksi satu hingga tiga masih terkendala masalah pembebasan lahan. Akibatnya, target penyelesaian proyek ini terancam molor.

"Target soal lahan di Jakarta Selatan dan Barat tuntas pada Desember 2011, diperpanjang lagi April 2012. Namun, Januari-April baru empat dari 190 bidang di Jakarta Selatan yang bebas," kata Direktur Utama PT Marga Lingkar Jakarta (Dirut PT MLJ) Sonhadji S, Selasa (8/5/2012) di Jakarta.

PT MLJ adalah pemegang konsesi ruas tol JORR W2 sepanjang 7,67 km dari Kebon Jeruk-Ulujami dengan total investasi sebesar Rp 2,23 triliun. Pekerjaan konstruksi proyek ini dimulai pada awal 2012 dan target operasi hingga Mei 2013. Pembangunan konstruksi ruas tol tersebut terbagi empat seksi, yakni seksi satu hingga seksi empat.

Tidak hanya itu, Sonhadji melanjutkan, untuk ruas yang melintasi Jakarta Barat, pada periode yang sama seharusnya terdapat 20 bidang yang telah dibebaskan. Namun, ternyata tidak ada perkembangan dalam pekerjaan ini.

"Kami duga mereka terimbas Perpres UU Tanah Baru yang belum selesai," katanya.

Karena itu, kata Sonhadji, sampai saat ini masih puluhan bidang lahan belum terbebaskan, mulai seksi satu hingga empat. Dia merinci, seksi satu tersisa 17 bidang, sedangkan seksi dua 4 bidang dengan luas per bidang mencapai empat hektar lebih.

"Seksi II ini kami tak bisa masuk ke lahan milik PT Intercon. Di seksi ini sebelumnya, kami bermasalah dengan lahan Copylas," katanya.

Pada seksi empat, masih ada seratusan lebih bidang belum dibebaskan, dan kini sedang dalam proses di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Padahal, kata dia, dari sisi konstruksi dan pendanaan tidak ada masalah.

"Untuk pembebasan lahan, kami siapkan Rp 610 miliar untuk 42 hektar, dan kini sudah terserap Rp 400 miliar," katanya.

Oleh karena itu, dia berharap agar pihak-pihak terkait benar-benar berkomitmen untuk mendukung proses pembebasan lahan proyek itu.

"Jika semuanya mendukung, kami optimistis proyek ini bisa dipercepat dari 18 bulan menjadi 15 bulan," katanya.

Penyelesaian jalan tol JORR W2 Utara merupakan target nasional untuk mengatasi kemacetan Jakarta, dan sebagai jalur alternatif angkutan barang guna menghindari Jalan Tol Lingkar Dalam Kota. Jika sudah selesai, maka dia memperkirakan, target lalu lintas harian ruas ini akan tercapai dalam dua atau tiga tahun saja. 

Tol JORR W2 sendiri menghubungkan Tol JORR W1 Kembangan Jakarta Barat-Priok Jakarta Utara sehingga diharapkan mobilitas warga Jakarta akan lebih lancar. Saham MLJ dimiliki 65 persen oleh PT Jasa Marga Tbk, dan 35 persen oleh PT Jakarta Marga Jaya, anak usaha PT Jakarta Propertindo (badan usaha milik DKI Jakarta).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau