Tokoh Agama NTT Protes Tempat Ibadah Liar

Kompas.com - 08/05/2012, 23:31 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, memprotes pembangunan tempat ibadah yang belum memenuhi persyaratan administratif, tetapi tetap dipaksakan pembangunannya.

"Untuk mendirikan sebuah bangunan tempat ibadah itu ada aturan dan mekanismenya, yakni harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung," kata Romo Aloysius Kosat, selaku Ketua FKUB Kabupaten TTU, Selasa (8/5/2012).

Di antaranya, jelas Kosat, perlu adanya daftar nama dan kartu tanda penduduk pengguna rumah ibadah paling sedikit 90 orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah.

Selain itu, menurut Kosat, harus ada dukungan masyarakat setempat paling kurang 60 orang yang disahkan oleh kepala kelurahan atau kepala desa, kemudian rekomendasi tertulis dari kepala Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota.

Salah satu syarat yang tidak kalah penting yaitu harus ada juga rekomendasi tertulis FKUB kabupaten/kota.

"Sebagai informasi bahwa khusus untuk Kabupaten TTU sendiri ada dua bangunan rumah ibadah yang sudah dibangun, tetapi belum mendapatkan rekomendasi dari FKUB karena belum memiliki persyaratan, yaitu masjid di kompleks Batalyon Infanteri 744 SYB Kefamenanu dan gereja kristen di Kilometer 4 jurusan Kupang," jelas Kosat.

Ada hal penting yang sampai saat ini, menurut dia, harus segera mendapat perhatian serius oleh pemerintah pusat, yaitu mengenai Peraturan Bersama Menteri (PBM) antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang pendirian rumah ibadah.

Ia menilai aturan tersebut gagal karena tidak berdaya mengakomodir kerukunan umat beragama dan pembangunan rumah ibadah lebih berpihak pada kelompok mayoritas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau