KENDARI, KOMPAS -
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Aris Yunatas, Selasa (8/5), menyatakan, kondisi cuaca buruk di kawasan Laut Banda dan Laut Arafuru terjadi sejak Jumat pekan lalu. ”Gelombang laut pernah mencapai ketinggian 6 hingga 7 meter,” ujarnya.
Kondisi ini akibat adanya daerah bertekanan udara rendah di kawasan Laut Banda, serta pengaruh transisi musim. ”Kami memperkirakan kondisi ini masih akan terjadi hingga seminggu ke depan,” kata Aris.
Meski telah mengecil, perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisik (BMKG), gelombang laut saat ini masih bisa mencapai ketinggian maksimal 3,5 meter hingga 5 meter.
”Kondisi itu sangat berisiko untuk nelayan berlayar, khususnya perlu diwaspadai bagi nelayan-nelayan dengan kapal kecil. Kami mengimbau agar mereka tidak mencari ikan hingga ke daerah tersebut,” ujar Aris.
Di wilayah Teluk Kendari, Selasa, terlihat banyak kapal nelayan yang berlabuh. Sudirman (50), salah satu nelayan dengan kapal berbobot 25 GT (gross tone), mengaku telah lima hari beristirahat melaut. ”Sekarang cuaca sedang buruk dan juga terang bulan sehingga (tangkapan) ikan berkurang. Arus laut juga kuat jadi sulit mencari ikan,” ujarnya.
Menghindari risiko bahaya di laut dan kerugian karena tangkapan yang minim, Sudirman memutuskan tak melaut, dan memilih memperbaiki kapalnya.
Selain di laut, cuaca buruk beberapa hari terakhir juga melanda Kota Kendari, seperti hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Senin lalu.