Semakin Kaya, Semakin Stres?

Kompas.com - 09/05/2012, 07:15 WIB

KOMPAS.com - Pepatah yang mengatakan bahwa kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang itu mungkin ada benarnya. Riset yang dilakukan oleh Northwestern University, Illinois, menemukan bahwa orang yang mengutamakan hidup makmur, memiliki status di masyarakat serta barang-barang mewah, ternyata lebih rentan terhadap depresi.

"Hal ini terlepas dari tipe kepribadian yang dimiliki. Hasil temuan kami memperlihatkan bahwa konsep materialistis itu di masa sekarang bukan lagi menjadi masalah personal, melainkan berkaitan dengan lingkungan," kata psikolog Galen V. Bodenhausen, salah satu peneliti.

Diungkapkan juga bahwa sebagian besar orang yang sering berada dalam situasi yang mendorong mereka untuk berpikir konsumtif, ternyata memiliki kecenderungan untuk mengalami beberapa masalah kesehatan tertentu.

Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological Science ini memaparkan bahwa orang yang hidupnya dikelilingi oleh barang-barang mewah, mulai dari mobil, barang elektronik, hingga perhiasan, ternyata lebih rentan terhadap serangan depresi dan kecemasan berlebihan. Hal ini berbeda jauh dari mereka yang memiliki kehidupan yang jauh dari kemewahan.

Selain itu, orang-orang yang terbiasa hidup mewah ini juga cenderung kurang tertarik pada aktivitas sosial seperti pesta, dan lebih suka hidup menyendiri dibandingkan orang lain. Hanya sedikit dari mereka yang mau meluangkan waktunya untuk kegiatan sosial, seperti menjadi sukarelawan.

Temuan ini, menurut Bodenhausen, memiliki dampak sosial maupun personal.

"Mengingat ini adalah masalah yang terbentuk dari lingkungan, kita bisa berusaha secara proaktif untuk mengatasinya. Antara lain dengan menghindari berbagai faktor yang bisa menstimulasi tumbuhnya pola pikir materialistis. Yang paling jelas adalah iklan," papar Bodenhausen. "Jadi, kurangi saja waktu menonton televisi."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau