HONGKONG, KOMPAS.com- Pasar saham Asia melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (9/5/2012) pagi ini. Kurs euro melemah seiring dengan gagalnya pembentukan pemerintah koalisi di Yunani. Keadaan tersebut membuat para investor khawatir mengenai kesatuan moneter Eropa.
Indeks Jepang melemah 1 persen, Kospi Korea melemah 0,5 persen dan S&P Australia turuun 0,5 persen. Kurs yen diperdagangkan pada posisi 79,865 per dollar AS.
Kurs euro melemah hingga di bawah 1,3 persen seiring dengan munculnya kekhawatiran baru di Eropa seputar hasil pemilu Yunani. Kemungkinan Yunani melakukan pemilu ulang semakin terbuka.
Harga minyak mentah turun menjadi 97,01 dollar AS per barrel pada perdagangan di New York, tetapi pada perdagangan di Asia turun tipis menjadi 97,3 dollar AS per barrel.
Indeks S&P Australia turun setelah pemerintah mempresentasikan anggaran. Di tengah surplus sebelum pemilu tahun depan, pemerintah kembali meningkatkan belanja keamanan dan menunda pelaksanaan pemangkasan pajak korporasi.
Para investor menunggu gerakan saham HSBC di Bursa Hongkong yang akan mengeluarkan laporan keuangannya hari ini. Bank yang harga sahamnya turun 1,2 persen pada Selasa kemarin di bursa London, tampaknya akan mengumumkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 6,78 miliar dollar AS, naik 25 persen dari tahun sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang