JAMBI, KOMPAS.com- Setelah dua pekan berunjuk rasa tinggal dalam tenda-tenda darurat di depan pagar kantor Gubernur Jambi, Telanaipura, Kota Jambi, sekitar 100 pengunjukrasa dari Suku Anak Dalam akhirnya pindah. Rabu (9/5/2012) ini, massa mulai membongkar tenda-tenda dan pindah ke kompleks Dinas Peternakan Provinsi Jambi.
Para pengunjuk rasa dari kelompok Suku Anak Dalam (SAD) Kabupaten Batanghari, menuntut lahan kepada Gubernur pada areal kebun sawit PT Asiatic Persada (AP). Dalam rangkaian aksinya, massa menginap dalam tenda-tenda darurat, menjemur pakaian, dan mengadakan dapur umum di depan kompleks kantor Gubernur.
Senin kemarin, para pendemo telah diultimatum pihak Satpol PP Provinsi Jambi untuk memindahkan tenda-tenda mereka ke bekas kantor Disnak. "Jadi para pendemo tetap boleh berunjuk rasa, tetapi menginap di kantor Disnak," ujar petugas Satpol PP.
Dalam proses pemindahan, massa diangkut dalam dua kendaraan milik Satpol PP, sebagian lagi menggunakan sepeda motor.
Wondo Rahmanto, Wakil Koordinator Lapangan Aksi SAD, mengatakan, walaupun tenda-tenda darurat telah dibongkat, aksi tetap akan berlanjut. "Kami tetap akan menuntut lahan bagi penduduk SAD," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang