TERNATE, KOMPAS.com - Korban meninggal dalam peristiwa banjir lahar dingin di Kota Ternate Maluku Utara, Rabu (9/5/2012) bertambah. Saat ini korban meninggal mencapai tercatat empat orang. Korban yang dinyatakan hilang pun bertambah menjadi 10 orang.
Pemerintah Kota Ternate merilis data korban atas peristiwa banjir lahar dingin sebanyak 29 orang. "Yang meninggal empat orang, 10 orang menghilang dan 15 lagi luka ringan dan berat," ungkap Arifin Djafar, Wali Kota Ternate di Ternate, Rabu siang tadi.
Bencana banjir lahar dingin terdapat di tiga titik, yakni di Kelurahan Tubo dan Dufadufa, Ternate Utara serta Kelurahan Maliaro dan Toboko, Ternate Selatan. Korban meninggal dari Kelurahan Tubo satu orang, Dufadufa satu orang dan Maliaro dua orang. Sedangkan korban hilang, sembilan di antaranya warga Dufadufa dan satu lagi warga Tubo.
15 korban luka ringan maupun berat saat ini masih dalam perawatan di RSUD Hasan Bousoiri Ternate. Dua diantaranya dirawat di Puskesmas Ternate Utara. Ratusan rumah penduduk rusak akibat peristiwa ini.
Data Pemerintah Kota Ternate menyebutkan 103 rumah mengalami rusak ringan, 70 unit rumah rusak berat dan 15 rumah lagi rusak total karena hilang ditelan banjir lahar dingin. Upaya pencarian terhadap korban hilang masih dilakukan. Pemerintah Kota Ternate telah membuka dua unit posko pengungsi bagi korban banjir.
"Kita buka posko pengungsi bagi korban banjir di eks Kantor Gubernur Maluku Utara dan di SMKN 2 Ternate," ujar Arifin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang