Ternate

Banjir Lahar Dingin, 10 Warga Masih Hilang

Kompas.com - 09/05/2012, 15:03 WIB

TERNATE, KOMPAS.com - Korban meninggal dalam peristiwa banjir lahar dingin di Kota Ternate Maluku Utara, Rabu (9/5/2012) bertambah. Saat ini korban meninggal mencapai tercatat empat orang. Korban yang dinyatakan hilang pun bertambah menjadi 10 orang.

Pemerintah Kota Ternate merilis data korban atas peristiwa banjir lahar dingin sebanyak 29 orang. "Yang meninggal empat orang, 10 orang menghilang dan 15 lagi luka ringan dan berat," ungkap Arifin Djafar, Wali Kota Ternate di Ternate, Rabu siang tadi.

Bencana banjir lahar dingin terdapat di tiga titik, yakni di Kelurahan Tubo dan Dufadufa, Ternate Utara serta Kelurahan Maliaro dan Toboko, Ternate Selatan. Korban meninggal dari Kelurahan Tubo satu orang, Dufadufa satu orang dan Maliaro dua orang. Sedangkan korban hilang, sembilan di antaranya warga Dufadufa dan satu lagi warga Tubo.

15 korban luka ringan maupun berat saat ini masih dalam perawatan di RSUD Hasan Bousoiri Ternate. Dua diantaranya dirawat di Puskesmas Ternate Utara. Ratusan rumah penduduk rusak akibat peristiwa ini.

Data Pemerintah Kota Ternate menyebutkan 103 rumah mengalami rusak ringan, 70 unit rumah rusak berat dan 15 rumah lagi rusak total karena hilang ditelan banjir lahar dingin. Upaya pencarian terhadap korban hilang masih dilakukan. Pemerintah Kota Ternate telah membuka dua unit posko pengungsi bagi korban banjir.

"Kita buka posko pengungsi bagi korban banjir di eks Kantor Gubernur Maluku Utara dan di SMKN 2 Ternate," ujar Arifin. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau