Bergelimang Harta, Keluarga Zuckerberg Tetap Bekerja

Kompas.com - 09/05/2012, 18:18 WIB

KOMPAS.com - Apa yang akan Anda lakukan jika salah satu anggota keluarga Anda jadi sekaya pendiri Facebook Mark Zuckerberg?

Jika Anda menjawab dengan: berleha-leha di rumah sambil menikmati kekayaan, jawaban Anda jauh berbeda dengan apa yang dilakukan keluarga Zuckerberg.

Ya, Mark Zuckerberg memang salah satu milyuner di dunia yang masih berusia muda (28 tahun). Meski telah bergelimang harta, namun keluarga kecil Zuckerberg tak mau bergantung kepada satu orang dan hidup tanpa bekerja.

Semua anggota keluarga hingga kini masih melanjutkan pekerjaan masing-masing, termasuk orang tua Mark.

Keluarga Mark Zuckerberg tinggal di sebuah rumah di Dobbs Ferry, New York. Sejak Mark kecil hingga saat ini, rumah tersebut masih memiliki furnitur sederhana dan dapur mungil yang sama.

Satu-satunya benda mewah yang ada di dalam rumah hanyalah satu set home theatre yang melengkapi televisi ukuran besar di ruang keluarga.

Berikut adalah gambar rumah pendiri Facebook ini :
Zuckerberg Home

Ayah Mark, Ed Zuckerberg, membuka layanan kesehatan gigi di rumah tersebut sejak tahun 1978.

Layanan kesehatan gigi yang bernama "Painless Dr Z" itu sudah dianggap sebagai 'bayi' yang ia rawat sejak kecil hingga berkembang seperti sekarang.

Untuk itulah, Ed tak pernah berniat menutup layanan kesehatan gigi ini sampai akhir hayatnya.

Ed bahkan sempat menolak hadiah dari Mark, yakni saham Facebook senilai 2 juta dollar AS. Saham ini diberikan Mark karena Ed turut menyumbang dana di masa-masa awal Facebook.

Untung, akhirnya Ed mau menerima saham itu. Saham tersebut kini telah bernilai 60 juta dollar AS.

Ed kini menjadi orang tua yang menjadi panutan para orang tua di AS untuk mendidik anak. Kehidupannya memancing rasa ingin tahu.

Namun Ed berkata tak ada formula khusus mendidik anak selain memberikan dorongan agar anak meraih impian mereka.

"Anda harus mendorong mereka menemukan passion mereka, dan Anda harus bersama mereka lebih lama dari waktu yang Anda habiskan untuk orang lain," ungkap Ed.
Zuckerberg Fam

Sejak kecil dalam keluarganya, Mark dan ketiga saudara perempuannya memang dididik untuk bekerja keras dan berhemat.

Itu sebabnya, meski kini Mark sudah menjadi milyuner dan bisa menghidupi keluarganya, tak ada satupun anggota keluarganya yang berhenti bekerja.

Ayah dan ibu Mark tetap bekerja melanjutkan pelayanan kesehatan gigi di rumah mereka. Adik Mark, Arielle, menjadi product manager dari perusahaan Marketing Wiildfire Interactive di San Fransisco.

Adik yang lainnya, Donna, baru saja mendapat gelar PhD dari Princeton, kini aktif menjalankan blog tentang makanan.

Sedangkan adik lainnya, Randi, yang sempat menjadi marketing director Facebook, kini mendirikan perusahaan bernama R to Z Studio dan berniat membuat acara televisi.

Berikut adalah foto adik-adik Mark Zuckerberg. Dari kiri ke kanan: Arielle, Donna, dan Randi Zuckerberg.
Mark Sisters

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau