JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, menegaskan pesawat milik Rusia jenis Sukhoi Superjet 100 jatuh di antara Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak dan hilang kontak sekitar pukul 15.30 WIB.
"Pesawat itu bukan punya kita. Itu punya Rusia yang mau dijual ke kita," kata Iskandar, Rabu (9/5/2012).
Menurut catatan, pesawat ini telah dipesan Kartika Airlines sebanyak 15 unit, dan Sky Aviation, juga sebanyak 15 unit.
Kantor berita Rusia, RIA Novosti pada pukul 14.09 WIB memberitakan, pesawat tersebut membawa 46 orang, termasuk beberapa wartawan Indonesia. Pesawat dinyatakan gagal kembali ke bandar udara tempat keberangkatan, setelah melakukan demo terbang mengelilingi udara Jakarta.
Pesawat tersebut berada di Jakarta dalam rangka menggelar pertunjukan keliling (road show) ke beberapa negara termasuk Indonesia.
Dalam siaran pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Selasa (8/5/2012), disebutkan pameran dan presentasi produk digelar di Jakarta, Rabu (9/5/2012) ini, termasuk atraksi peragaan terbang.
Selain di Indonesia, pameran dan peragaan terbang serupa juga akan digelar di beberapa negara seperti Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, Laos, Vietnam.
Pesawat jenis ini mampu mengangkut 98 penumpang dan mampu menjelajah hingga jarak 3.048 kilometer untuk versi dasar, atau 4.578 kilometer untuk versi pesawat jarak jauh, dengan ketinggian terbang hingga 12.200 meter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang