Kerja sama antarkota

DKI Akan Belajar dari Beijing Benahi Motor

Kompas.com - 10/05/2012, 03:19 WIB

Jakarta, Kompas - Kerja sama antarkota (sister city) antara Jakarta dan Beijing akan terus berlanjut. Kerja sama ini tidak hanya pada bidang olahraga, kesehatan, perencanaan kota, manajemen pariwisata, industri, serta kerja sama skala kecil dan menengah. Kerja sama juga akan dikembangkan lebih lanjut ke bidang penataan transportasi dan lingkungan hidup.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku belajar banyak dari kota Beijing. Salah satunya mengenai kemacetan yang menjadi permasalahan utama di Jakarta.

”Kita belajar bagaimana mengendalikan sepeda motor yang efektif dilakukan di Beijing. Namun harus ada aturan yang ditegakkan,” ujar Fauzi seusai penandatanganan nota kesepahaman (MOU) kerja sama sister city Jakarta-Beijing, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (9/5).

Di kota Beijing, motor dilarang masuk ke kota. Kendaraan yang boleh masuk ke kota hanya mobil pribadi, angkutan umum, dan sepeda. Seiring dengan perkembangan ekonomi yang semakin kuat, sepeda pun mulai jarang terlihat karena semua orang sudah beralih ke mobil dan angkutan umum.

Di kota Guangzhou, motor juga dilarang masuk ke kota kecuali untuk warga yang mempunyai keterbatasan fisik dan harus bekerja dengan menggunakan motor. Di China, motor hanya digunakan oleh warga yang tinggal di luar kota besar.

Menurut Fauzi, contoh-contoh yang baik dari Beijing bisa saja diterapkan di Jakarta. Namun, untuk pelaksanaannya, harus dipertimbangkan juga dampak sosial dan ekonomi. ”Apa yang telah dicapai kota sahabat bisa kita contoh. Namun, harus dilihat dengan cermat dampak sosial dan ekonominya bagi warga Jakarta. Upaya mereka dalam mengembangkan angkutan umum massal juga bisa kita contoh,” kata Fauzi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Beijing Xia Zhanyi mengatakan, perkembangan pembangunan di Jakarta sangat pesat. Dia menilai, pengelolaan lingkungan hidup, perairan, dan keamanan di Jakarta patut dipelajari oleh Beijing.

”Kami sudah berdiskusi masalah tata air hingga semalam suntuk, sangat bagus dan berguna bagi kami,” kata Xia.

Kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Beijing sudah terjalin sejak 1992 dan akan terus dilanjutkan. Pada kesempatan itu, Beijing mengundang Jakarta untuk mempelajari fasilitas pembuangan sampah serta mengadakan pelatihan teknis manajemen sampah.

Sebelumnya, Beijing mengundang guru-guru SMA dan pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk belajar bahasa Mandarin ke Beijing.

Penandatanganan kerja sama yang dilakukan kemarin merupakan bukti nyata komitmen kedua kota untuk membina hubungan yang lebih baik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua kota.

Fauzi berharap, dengan penandatanganan kesepakatan tersebut, hal itu dapat menjadi akses untuk menggulirkan beragam kerja sama baru. (ARN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau