NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah merosot untuk hari keenam menyusul kenaikan suplai minyak mentah Amerika Serikat dan Yunani yang kesulitan dalam membentuk sebuah pemerintahan. Kondisi ini menambah kekhawatiran akan melemahnya ekonomi Eropa.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Juni turun 20 sen menjadi 96,81 dollar AS per barrel di Nymex, Rabu (9/5/2012) waktu New York. Ini harga terendah sejak 2 Februari 2012. Adapun harga minyak Brent untuk penetapan Juni naik 47 sen menjadi 113,20 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London.
Departemen Energi AS melaporkan, persediaan minyak naik 3,65 juta barrel menjadi 379,5 juta barrel. Ini kenaikan tertinggi sejak Agustus 1990. Sebelumnya survei Bloomberg hanya menaksir kenaikan sebesar 2 juta barrel. "Persediaan minyak telah naik secara kumulatif sebanyak 49,8 juta barrel sepanjang tahun ini, yang mana sulit untuk diabaikan," sebut analis energi Citi Futures Perspective, Tim Evans, di New York, Rabu waktu setempat.
Pemilihan umum di Eropa, yakni di Yunani, pun mengganggu harga minyak. Harga minyak turun menyusul melemahnya euro dan ekuitas setelah minggu pemilu di Yunani. "Investor yang telah menggunakan pasar ini sebagai instrumen finansial harus menaruh catatan pada fundamental. Kami tidak akan menyingkirkan kelebihan persediaan dalam waktu dekat," tambah Tim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang