Pilot Sukhoi Baru Kali Pertama Terbang di Indonesia

Kompas.com - 10/05/2012, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aleksandr Yablontsev, pilot Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di sekitar Gunung Salak, Jawa Barat, ternyata baru kali pertama menjajal lintasan udara Indonesia. Pilot Rusia itu dipercaya untuk menerbangkan Sukhoi dalam acara demonstrasi perdananya di Jakarta.

"Pilot menerbangkan pesawat di Indonesia baru pertama kali," kata konsultan bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, Kamis (10/5/2012), di bandara Halim Perdana Kusuma. PT Trimarga Rekatama merupakan agen penjual pesawat Sukhoi Superjet 100 di Indonesia.

Menurut Sunaryo, pilot sudah melakukan persiapan matang sebelum menerbangkan pesawat. Setiap pilot yang akan terbang harus memberikan flight plan pesawatnya untuk disetujui otoritas bandara. "Tidak mungkin menerbangkan pesawat jika tidak melakukan persiapan," imbuh Sunaryo.

Kendati baru kali pertama mengudara di Indonesia, pilot itu, kata Sunaryo, sudah cukup berpengalaman. "Pilot sudah menerbangkan pesawat Sukhoi ini dari Rusia, Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, dan Indonesia," tandas Sunaryo.

Berdasarkan manifes penumpang yang dikeluarkan PT Trimarga, terdapat delapan warga negara Rusia yang berasal dari Sukhoi dan ikut dalam penerbangan tersebut, yaitu Aleksandr Yablontsev (pilot), Aleksandr Kochetkov (kopilot) Oleg Shvetsov (aero navigator), Aleksey Kirkin (flight engineer), Dennis Rakhmanov (leading test flight engineer), Nikolay Martyshenko (test flight deputy head), Evgeny Grebenshchikov (sales director Sukhoi), dan Kristina Kurzhukova (contract manager).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau