Kecelakaan pesawat

Penjualan Sukhoi di Indonesia Akan Dihentikan Sementara

Kompas.com - 10/05/2012, 16:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasca-insiden kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, penjualan pesawat buatan Rusia itu akan dihentikan sementara waktu. Penjualan Sukhoi akan kembali dilakukan setelah ada hasil investigasi soal kecelakaan yang menimpa pesawat Sukhoi itu.

Demikian diungkapkan Indra Djani, konsultan PT Trimarga Rekatama, Kamis (10/5/2012) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. PT Trimarga Rekatama merupakan agen penjual Sukhoi yang menjadi perantara antara pembeli di Indonesia dan perusahaan di Rusia.

"Kalau ada accident, biasanya akan menunggu dulu atau di-pending sampai ada hasil investigasi soal penyebab kecelakaan itu apakah karena weather, cuaca, atau soal human error," ujar Indra.

Tim investigasi, lanjutnya, baru saja dibentuk. Tim itu terdiri dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan tim dari Rusia. "Tim ini baru dibentuk, jadi belum bekerja. Nanti kalau ada hasilnya, baru bisa dilanjutkan," ujar Indra.

Saat ini, sudah ada empat pembeli serius di Indonesia yang akan membeli Sukhoi tersebut seperti maskapai Sky Aviation yang berencana membeli 12 pesawat Sukhoi Superjet 100 dan Queen Air yang berencana membeli 6 unit. Terkait pengaruh kecelakaan ini terhadap calon pembeli, Indra mengaku tak mau berspekulasi.

"Saya tidak bisa berspekulasi dalam tahap itu," kata Indra.

Sukhoi Superjet 100 merupakan merek baru pesawat penumpang yang dibangun Rusia dalam upaya membangkitkan kembali industri penerbangan sipil pasca-Soviet. Superjet 100 ini mengawali penerbangan komersial pertamanya tahun lalu. Kecelakaan Superjet 100 di Indonesia ini merupakan yang pertama bagi pesawat komersial Sukhoi.

Pesawat ini menjadi harapan Rusia untuk menjadi salah satu pemain utama di pasar penerbangan modern, selain juga demi memperbaiki citranya mengingat banyaknya kecelakaan yang melibatkan pesawat tua buatan era Uni Soviet.

Superjet 100 yang hilang di Indonesia ini merupakan bagian dari Asian Roadshow, tur promosi di enam negara Asia, yakni Indonesia, Kazakhstan, Paksitan, Myanmar, Laos, dan Vietnam. Sebuah kecelakaan bakal menjadi pukulan berat bagi Rusia yang sangat berharap Sukhoi menjadi pesawat yang digunakan di banyak negara di dunia.

Disebutkan, pesawat jenis ini mampu mengangkut 98 penumpang dan mampu menjelajah hingga jarak 3.048 kilometer untuk versi dasar, atau 4.578 kilometer untuk versi pesawat jarak jauh, dengan ketinggian terbang hingga 12.200 meter. Pesaingnya adalah Embaer (Brasil) dan Bombardier (Kanada). Sampai insiden terakhir ini, Indonesia seharusnya menjadi salah satu klien terbesar Sukhoi untuk jenis Superjet 100.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau