Pilkada dki

Menjelang Penetapan, Faisal Curhat di "Kompas.com"

Kompas.com - 10/05/2012, 17:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu hari menjelang penetapan calon gubernur DKI Jakarta oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), masing-masing bakal kandidat mengungkapkan optimismenya untuk lolos, terutama bagi calon dari jalur independen. Saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Kamis (10/5/2012), ekonom asal Universitas Indonesia Faisal Basri mengungkapkan pengalamannya mulai dari verifikasi tahap pertama hingga tahap dua yang diakhiri dengan masa penetapan, besok.

"Banyak yang mempertanyakan kok hasil kami bagus, dalam sebulan bisa dapat 400 ribu KTP. Mereka nggak liat movementnya, justru kita dihantam habis itu membuat kami luar biasa bergairah lagi," ujarnya.

Pernyataan tersebut terkait dengan verifikasi tahap pertama yang memiliki hasil buruk. Dari dukungan yang diberikan sebanyak 422.938, hanya lolos 206.354, sementara peraturan KPUD mengharuskan mendapat dukungan minimal sebanyak 407.340. Ia mengungkapkan pihaknya belajar banyak dari verifikasi tahap pertama tersebut.

"Terbukti, ada yang 100 persen, 80 persen. Yang paling dapat tekanan itu wilayah utara. Tapi kalkulasi kita paling kita bisa mendapatkan 260 ribu," lanjutnya.

Ia menegaskan optimistis dalam perjuangan bersama tokoh Betawi, Biem Benjamin, untuk menjadi pemimpin ibukota. Apapun kendala yang dihadapi tidak bisa lagi menjadi penghalang bagi pria asal Padang, Sumatera Barat, tersebut.

"Kita sudah kerja keras, pasang rambu-rambu, tim relawan di lapangan sudah melakukan upaya-upaya maksimal, sehingga kita optimistis menghadapi pengumuman besok," lanjutnya.

Dalam kunjungan selama kurang lebih dua jam ke redaksi Kompas.com, Faisal datang bersama wakilnya, Biem Benjamin serta lima orang staf pribadinya. Ia berharap warga Jakarta mampu jeli dalam Pilkada kali ini, mampu menjadi bagian dari sejarah baru bagi jalur politik independen yang terbebas dari kepentingan politik manapun.

"Karena hampir semua dari mereka dikecewakan oleh politisi, ngasih sembako kalau butuh aja. Sekarang muncul lah kesadaran, mangkanya nih gue seneng nih independen nih nggak seperti partai nih," ujar Faisal mencontohkan pernyataan warga terhadap dirinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau