Aditya Sejak Remaja Bercita-cita Jadi Kameramen

Kompas.com - 10/05/2012, 21:11 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Aditya Sukardi (33), kameramen Trans TV korban kecelakaan Sukhoi Superjet 100, yang jatuh di kaki Gunung Salak, Jawa Barat, memang sejak remaja bercita-cita ingin jadi kameramen di sebuah televisi.

Ternyata, cita-cita dari anak pasangan Wahyono Suprapto dan Tri Radiani tercapai. Setelah lulus kuliah di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Aditya diterima menjadi kameramen di Trans TV.

Sejak diketahui bahwa Aditya salah satu korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di kaki Gunung Salak itu, pihak kerabat Aditya terus memberikan dukungan kepada Tri Radiani, ibu kandung Aditya di rumahnya Jalan Tirto Utomo Gang V, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kepada wartawan, Tri mengaku, Aditya adalah anak yang baik, sabar, dan mudah bergaul.

"Dia sejak kecil memang bercita-cita ingin jadi kameramen di TV," cerita Tri, sembari menangis, saat ditemui di rumahnya.

Soal kabar mengetahui anak tersayangnya ikut dalam pesawat Sukhoi yang jatuh tersebut, pada pukul 19.00 WIB, dari salah satu kru Trans TV.

"Anak saya bekerja di Trans TV sudah selama 7 tahun. Dia ganteng anaknya, baik," katanya sambil menghapus air matanya.

Yang pertama dihubungi pihak kru Trans TV adalah Wahyono Suprapto, ayah Aditya.

"Saat itu, bapak langsung berangkat menuju Bandara Halim Perdanakusuma bersama Trans TV," kata ibu dua anak itu.

Tentang Aditya, ia sudah dikarunia dua orang putra setelah pernikahannya dengan Amalia Yudianti. Selama ini, Aditya tinggal di Bumi Serpong Damai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau