BLACKBURN, KOMPAS.com — Pemilik Blackburn Rovers dari India, Venky's, membantah telah menjual klubnya setelah didegradasi dari Premier League.
Kekalahan 0-1 dari sang tamu Wigan Athletic, Senin (7/5/2012), mengakhiri petualangan "The Rovers" selama 11 tahun di Premier League. Fans gerah dan melancarkan protes. Mulai dari menginvasi lapangan hingga melemparkan ayam betina. Intinya, Pelatih Steve Kean plus pemilik klub harus segera angkat kaki dari Ewood Park.
"Perusahaan itu milik kami dan tak ada masalah di dalamnya," sebut Venkatesh Rao, co-owner Venky's, yang dikutip Times of India.
Sementara itu, seorang ahli keuangan, MP Jack Straw, ingin melakukan penyelidikan terhadap proses akuisisi Blackburn yang dilakukan Venky's.
"Inti jiwa Premier League mengacuhkan tanggung jawab terhadap apa yang disebut uji 'kelayakan pihak'. Tes itu hanya jadi bahan tertawaan dan setiap orang bisnis paham hal tersebut. Tes itu tak ada jangka waktu percobaan bagi pemilik baru, tak ada evaluasi untuk kompetensi manajerial, dan tak diungkapkan sejauh mana peran agen-agen di dalamnya," tulis Straw dalam kolomnya di Lancashire Telegraph.
Masih dari Straw, Premier League adalah puncak investigasi yang harus dilaksanakan untuk model bisnis yang dipakai Venky's terkait proses pembelian dan berapa uang yang beredar di dalamnya.
"Saya tak percaya bisnis peternakan keluarga India itu memiliki ide soal keuangan dan memikirkan risiko reputasinya setelah pengambilalihan klub. Mengapa mereka tak diperingatkan sebelumnya?" lanjut Straw.
Blackburn malah melepas Direktur Utama Paul Hun. Namun, Rao membantah pemecatan itu adalah buntut dari bocornya surat PHK yang akan diberikannya kepada Kean.
"Beberapa staf harus pergi dan kami harus mengucurkan dana baru. Itu saja," cetus juru bicara klub itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang