Strategi Menarik Wisatawan pada "Low Season"

Kompas.com - 11/05/2012, 08:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) mengutarakan beberapa strategi pokok untuk periode 2011-2015. Salah satunya adalah strategi "Low Season". Pengertian "Low Season" adalah periode musim sepi kunjungan wisatawan. "Musim sepi ini biasanya disebut-sebut di bulan Januari-Maret dan bulan Oktober-Desember," kata Ketua Umum BPPI, Yanti Sukamdani dalam acara sosialisasi  program kerja BPPI di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (10/5/2012).

Berbagai program telah dipersiapkan BPPI untuk menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Khusus untuk wisatawan mancanegara, turis yang disasar adalah pasar regional seperti Singapura, Malaysia, China, dan Taiwan.

Produk-produk "Low Season"  meliputi paket stop over, program diskon di pusat perbelanjaan, dan program sales mission. Paket stop over yang dimaksud adalah tur selama transit di kota tertentu, misalnya paket Jakarta stop over, Surabaya stop over, Bali stop over, Medan stop over, dan Jogja stop over.

Paket-paket "Low Season" tersebut disiapkan untuk sepanjang tahun. Rencananya, paket tersebut akan dibuat bersama hotel, biro perjalanan wisata, dan maskapai. Pada bulan Juli tahun ini, paket-paket tersebut diharapkan telah selesai dibuat sehingga dapat mulai tersedia pada low season akhir tahun 2012.

Promosi Pariwisata

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar mengungkapkan Kemenparekraf akan berfokus pada pencitraan negara. Sedangkan BPPI, lanjutnya, pada pencitraan produk. Hal ini agar tidak terjadi tumpang tindih antara Kemenparekraf dengan BPPI dalam hal promosi pariwisata.

Contohnya, lanjut Sapta, adalah saat melakukan promosi saat pameran di luar negeri, Kemenparekraf bertindak sebagai penyedia stan, bahan informasi, dan melakukan konferensi pers. Sementara BPPI akan fokus pada peserta yang akan mengisi stan dan menjual produk wisata pada pameran.

"Jadi fokus promosi tidak saling bertabrakan, tapi saling melengkapi dan bersinergi," tuturnya dalam kesempatan yang sama.

BPPI atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Indonesia Tourism Promotion Board merupakan asosiasi pariwisata yang dibentuk sebagai mitra dari Kemenparekraf yang dimotori oleh insan pariwisata. Tujuan BPPI adalah untuk mempromosikan dunia pariwisata Indonesia melalui jalur-jalur dan strategi profesional swasta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau