Kediri

Polisi Bakar Peralatan Penambang Pasir

Kompas.com - 11/05/2012, 13:45 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Aparat gabungan antara Polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur kembali menggelar razia terhadap penambang pasir ilegal di sungai Brantas, Jumat (10/5/2012). Kali pertama petugas menyisir areal penambang pasir ilegal di jalan Mayor Bismo, tepatnya di belakang kantor parlemen. Kemudian berlanjut di Kelurahan Bandar Lor serta perbatasan Jongbiru.

Sedikitnya ada 19 titik penambangan yang dirazia. Untuk menghindari pengoperasiannya kembali, petugas melakukan pembakaran terhadap perlengkapan penambangan serta penyitaan beberapa mesin diesel.

Kepala bagops Polres Kediri Kota, Komisaris Sudarto mengatakan, razia tersebut dilakukan untuk menghindari kerusakan alam yang berkelanjutan akibat ulah penambangan ilegal itu.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan para penambang tersebut sudah amat meresahkan. Dari penelitian yang dilakukan beberapa pihak, banyak infrastruktur bangunan sekitar sungai yang rusak juga ekosistem sungai yang terganggu. " Kita back-up penertiban untuk menjaga ekosistem alam. Selain itu karena penambang membandel," kata Sudarto.

Namun demikian, dalam razia yang berpayung hukum Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba tersebut tidak ada satupun penambang yang diamankan. Penertiban terhadap penambang sudah sering dilakukan, namun mereka kerap kembali beroperasi. Realisasi pengalihan profesi yang pernah dicanangkan pemkot setempat, juga belum berjalan maksimal. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau