Kecelakaan sukhoi

Tenda Identifikasi Korban Roboh

Kompas.com - 11/05/2012, 14:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Tenda milik Disaster Victim Identification Indonesia di Rumah Sakit Polri Sukanto, Jakarta Timur, roboh, Jumat (11/5/2012) sekitar pukul 12.00 tadi.

Tenda ini rencananya dipakai untuk melakukan identifikasi korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Di tenda tersebut tim identifikasi gabungan akan bekerja mendapatkan data post mortem korban (setelah meninggal).

Tenda yang belum digunakan ini roboh karena adanya kebocoran angin pada penopang tenda. Tenda roboh ini satu dari dua tenda yang sudah berdiri di halaman luar area Forensik RS Polri Jakarta Timur.

Saat ini, mulai pukul 13.30 petugas DVI Indonesia berusaha mendirikan kembali tenda tersebut. Mereka mengeluarkan isi tenda dan memompa lagi penopang yang bocor. "Ini tidak lama, sebentar lagi bisa kami benahi," tutur salah seorang tim DVI yang enggan disebut namanya.

Selain di luar, proses identifikasi juga berlangsung di dalam ruangan. Sedikitnya terdapat delapan ahli forensik dan 80 tim medis yang akan melakukan identifikasi. Jumlah tim identifikasi ini akan terus bertambah, seiring dengan penawaran sejumlah perguruan tinggi untuk bergabung. "Silahkan bergabung, kami akan membuka diri," tutur Direktur RS Polri Sukanto Brigjen Polisi Agus Prayitno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau