Pilkada dki

Polisi Nyatakan 1.710 TPS DKI Aman

Kompas.com - 11/05/2012, 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.710 tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta dinyatakan aman, sementara 198 TPS termasuk kategori rawan 1, dan 18 TPS termasuk rawan 2.

Hal tersebut diugkapkan Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/5/2012).

"Jadi, TPS itu kan ada bermacam-macam. Dibagi menjadi TPS aman, TPS rawan 1, dan TPS rawan 2," kata Rikwanto.

Dalam praktiknya nanti, kata Rikwanto, disesuaikan dengan perkembangan situasi. Jadi, jika diambil asumsi lima tahun lalu misalnya, TPS Senen yang rawan, bisa jadi pada saat Pilkada sekarang sudah tidak rawan. Jadi bergeser situasinya. Tidak selalu TPS yang dulu rawan ditetapkan menjadi TPS rawan.

Rikwanto mengatakan, yang menjadi sebab penetapan TPS rawan di antaranya kejadian-kejadian yang pernah terjadi di lokasi saat penghitungan suara, saat pencoblosan, atau ada sengketa warga di TPS tersebut yang berakibat pada permusuhan dan pengerusakan. Kemudian, dikatakan rawan apabila di TPS tersebut dukungan antarcalon seimbang.

"Dengan seimbangnya dukungan, maka ada potensi kerawanan. Jadi, salah sedikit pernyataan dari KPUD ataupun panitia TPS yang ada di situ menyatakan sah atau tidak sah, atau salah menghitung, ini bisa menjadi pemicu," kata Rikwanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau