Anak Kornel Masih Berharap Ayahnya Pulang

Kompas.com - 11/05/2012, 16:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga korban jatuhnya pesawat superjet Sukhoi Superjet 100 sudah mulai berdatangan di Rumah Sakit Polri.

Salah satunya adalah Mardiana, bibi dari Kornel M Sihombing, salah satu penumpang pesawat tersebut. Ia datang ke RS Polri pada pukul 15.00 WIB, Jumat (11/5/2012).

Mardiana menceritakan bahwa istri dan anak-anak Kornel masih berada di Bandung. Mereka tidak diperkenankan untuk ikut memantau secara langsung di Jakarta.

"Kita enggak izinin istrinya ke sini," kata Mardiana kepada Kompas.com.

Mardiana juga menceritakan bahwa Kornel merupakan karyawan dari PT Dirgantara Indonesia. Dia telah dikaruniai dua orang anak, satu anak pria yang masih di bangku kelas 4 SD dan satu perempuan yang masih di bangku kelas 5 SD.

"Enggak usah ditunggu-tunggu di situ. Bapakku juga nanti pulang," kata Mardiana menirukan ucapan anak perempuan Kornel.

Mardiana yang saat ini berdomisili di Jakarta menyampaikan bahwa saat ini keluarga Kornel masih memantau perkembangan kecelakaan pesawat Sukhoi.

"Sebagian ada yang di Halim, sebagian ada di sini (RS Polri)," kata Mardiana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau