Bawang Putih, Produk Hortikultura Yang Paling Banyak Diimpor

Kompas.com - 11/05/2012, 16:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh, menyebutkan, komoditas bawang putih merupakan produk hortikultura yang paling banyak diimpor sepanjang tahun 2011. Nilai impor produk bawang putih mencapai 242 juta dollar AS.

"Paling dominan bawang putih," kata Deddy, dalam diskusi dengan wartawan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (11/5/2012).

Komoditas hortikultura kedua yang paling banyak diimpor adalah buah apel. Nilai impornya mencapai 153 juta dollar AS sepanjang 2011. Ketiga terbesar adalah jeruk dengan nilai impor 150 juta dollar AS. "Lalu ada anggur nilainya 99 juta dollar AS," sambung dia.

Sementara, komoditas hortikultura lainnya yang mencatatkan nilai impor yang besar adalah buah lengkeng dengan nilai impor 96 juta dollar AS, pir 92 juta dollar AS, bawang merah 75 juta dollar AS, durian 74 juta dollar AS dan kentang segar 47 juta dollar AS.

Secara keseluruhan, Deddy menyebutkan, nilai impor produk hortikultura memang lemonjak dalam lima tahun terakhir. Bila tahun 2006 mencapai 600 juta dollar AS maka tahun 2011 telah mencapai 1,7 miliar dollar AS. "Data impornya dalam lima tahun terakhir sudah naik pesat sekali," pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau