LAPAN: Sukhoi Superjet 100 Dikepung Awan

Kompas.com - 11/05/2012, 17:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Analisis peneliti di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN) dengan satelit cuaca MTSAT menunjukkan bahwa Sukhoi Superjet 100 mungkin dikepung awan saat terbang di atas Gunung Salak.

"Saat terbang, awan di sekitar Gunung Salak tampak sangat rapat dengan liputan awan lebih dari 70 persen," ungkap Thomas Djamaluddin, peneliti LAPAN, kepada Kompas.com, Jumat (11/5/2012).

"Analisis indeks konveksi menunjukkan indeksnya sekitar 30 persen. Artinya, ada awan cumulo nimbus sampai ketinggian 37.000 kaki (11.100 meter). Sangat tebal," ucap Thomas lagi.

Dengan kondisi tersebut, menurut Thomas, pilot akan mencari jalan sehingga bisa lolos dari kepungan awan. Dari kondisi semula ketika pesawat terbang pada ketinggian 10.000 kaki, ada tiga pilihan, yaitu menaikkan, menurunkan ketinggian, atau bergerak ke samping.

Thomas mengungkapkan bahwa untuk menaikkan ketinggian, pesawat harus naik 27.000 kaki dari 10.000 kaki ke 37.000 kaki. Ini terlalu tinggi. Sementara itu, untuk bergerak ke samping, awan pun sepertinya rapat.

"Sepertinya menurunkan ke ketinggian 6.000 kaki ini dianggap paling masuk akal, walaupun riskan. Mungkin dianggap ada celah di bawah," ungkap Thomas. Ketika turun, risikonya adalah berhadapan dengan topografi gunung.

Thomas mengatakan bahwa faktor cuaca ini belum tentu menjadi penyebab jatuhnya pesawat. LAPAN hanya melakukan analisis cuaca di sekitar Gunung Salak pada saat Sukhoi Superjet 100 terbang. Menurut Thomas, cuacanya "buruk sekali".

LAPAN dengan hasil analisisnya tak ingin buru-buru membuat kesimpulan. Analisis sekadar memberi jawaban sementara pada apa yang mungkin terjadi, daripada meramaikan situasi dengan spekulasi yang tak berdasar.

Seperti diberitakan, Sukhoi Superjet 100 jatuh pada Rabu (9/5/2012) sekitar pukul 14.33.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau