Sensasi Teh Celup Rasa Baru

Kompas.com - 11/05/2012, 18:54 WIB

KOMPAS.com - Teh celup menjadi pilihan minuman mengawali hari hingga menutuup malam. Untuk memberikan sensasi berbeda setiap harinya, teh celup Lipton menawarkan sensasi minum teh dengan enam rasa baru.

Teh celup rasa baru dari Lipton memungkinkan Anda mengkreasikan teh dengan ragam cara. Meski begitu, citarasa teh yang khas takkan hilang. Sensasi minum teh celup ini bisa Anda dapatkan dari teh hitam Lipton rasa buah apel dan strawberry, teh hitam Lipton rasa vanila dan caramel, serta Lipton Infusion dengan seduhan herbal daun peppermint dan bunga chamomile.

Melinda Savitri, Brand Manager Lipton mengatakan, kreasi baru rasa teh ini merupakan cara Lipton di bawah naungan Unilever dalam merespons kebutuhan dan gaya hidup anak muda.

Kebiasaan minum teh semakin berkembang di kalangan anak muda, menemani waktu dan kegiatan kumpul bareng teman dan gaya hidupnya. Selain itu juga karena semakin banyak pilihan menu makanan dan minuman berbahan dasar teh di restoran atau kafe, yang menjadi destinasi gaya hidup kalangan muda.

Menurut Melinda, tren inilah yang mendasari Lipton meluncurkan rasa baru untuk memberikan sensasi berbeda minum teh di rumah, selain juga karena manfaat positif teh yang memberikan efek rileks dan menjadi teman ngobrol.

"Pada 2012 ini Lipton menyediakan enam rasa baru teh celup untuk memberikan pengalaman minum teh yang sensasional, dari sejak merobek kemasan, diseduh dan diminum dengan aroma khas. Dengan begitu minum teh tak lagi menjadi kebiasaan membosankan terutama bagi anak muda," tuturnya dalam peluncuran rasa baru teh celup Lipton di restoran Eclectic, Cilandak Town Square Jakarta, Jumat (11/5/2012).

Bagi Melinda, kreasi rasa baru teh celup juga memiliki tujuan untuk mengingatkan kembali ragam manfaat teh, dan bagaimana minuman favorit orang Indonesia ini dapat membantu membangkitkan semangat positif penikmatnya.

"Melalui kreasi rasa baru teh ini semoga anak muda lebih mengapresiasi minuman teh. Terutama teh sebagai katalis untuk berpikir positif. Karena rasa enak dari teh membuat rileks dan waspada dalam waktu bersamaan, sehingga perasaan seperti ini menjadi katalis untuk selalu bersemangat positif setiap kali minum teh," lanjutnya.

Positivitea
Masih dalam rangkaian peluncuran rasa baru teh celup ini, Lipton juga mendorong anak muda untuk berpikir positif melalui kampanye PositiviTEA.

Menyasar anak muda usia 25-35, Lipton PositiviTEA memfasilitasi komunitas kreatif untuk memberikan inspirasi dan menularkan semangat positif kepada kalangan muda lainnya. Sebagai langkah awalnya, grafiti sepanjang 300 meter di depan Cilandak Town Square mewakili semangat positif kaum muda di Jakarta.

"Grafiti dipilih karena ada sudut kota yang bisa menjadi hiburan, untuk memberikan kontribusi positif daripada melihat sudut kota yang berantakan. Grafiti ini akan terpajang selama dua minggu untuk memberikan inspirasi kepada berbagai pihak," jelas Melinda.

Lipton juga memberikan ruang ekspresi kreatif dan positif untuk kalangan muda dalam format lainnya. Menggandeng komunitas mobile photography, iPhonesia, Lipton memberikan kesempatan kepada kalangan muda untuk mengabadikan semangat positif melalui karya foto dan menyebarluaskannya melalui media sosial.

Bagi sosiolog Daisy Indira Yasmine, anak muda di perkotaan haus akan ruang ekspresi yang memang masih minim. Menurutnya, anak muda bisa berkembang lebih positif dan bisa saling menularkan semangat positif jika diberikan ruang.

"Ruang ekspresi kurang dan harusnya ditingkatkan. Dunia industri bisa menciptakan ruang ini, bukan sekadar beriklan tapi juga mendukung kegiatan anak muda. Selain juga dibutuhkan dukungan dari pemerintah, sekolah, dan keluarga untuk memberikan kesempatan kepada anak muda menunjukkan ekspresi positifnya," tutur Daisy kepada Kompas Female.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau