Finalis Putri Pariwisata Itu Sempat Tak Diizinkan Terbang

Kompas.com - 11/05/2012, 19:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perasaan duka memang kerap membangkitkan kenangan-kenangan pada masa lalu. Penyesalan tak lagi berguna, berganti dengan doa dan berpasrah diri kepada Tuhan yang Maha Esa.

Demikian kenagan terakhir kerabat Suzana Famela Rompas, salah satu finalis Puteri Pariwisata Indonesia tahun 2008 yang menjadi salah satu korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di lereng Gunung Salak.

"Memang setelah dia putus kontrak dengan perusahaan penerbangan yang lama. Orang tua minta dia enggak usah terbang, cari pekerjaan lain," kenang Deni (34) kepada Kompas.com di ruang terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (11/5/2012).

Deni adalah paman dari Suzana Famela Rompas.

Ia dan kedua orang tua Suzana, Teri rompas dan Suce Rompas rela jauh-jauh datang dari kota Bunta, Luwuk, Sulawesi Tengah kemarin pagi ketika mendengar putri terakhir dari empat bersaudara tersebut diketahui turut dalam penerbangan berujung maut itu.

Sambil memegang foto keponakannya, ia mengungkapkan, dara cantik yang akan berulang tahun tanggal 26 Mei mendatang tersebut sebenarnya tidak masuk ke dalam daftar penumpang pesawat buatan Rusia itu.

Namun niat pramugari Sky Aviation itu untuk bergabung dalam joy flight tersebut diizinkan oleh pihak Sukhoi sendiri.

"Kan yang diundang Sukhoi semua direksi, Susan itu kebetulan ada seat kosong, mereka naik saja, padahal dia lagi enggak tugas," lanjutnya.

Sebelum melakukan penerbangan, dari kampung halaman sang mama sempat menelepon perempuan yang sebelumnya menjadi pramugari dalam penerbangan jamaah haji ke Arab Saudi tersebut.

"Katanya jangan dulu nelpon lah saya mau terbang," kenangnya.

Kini, seluruh potongan-potongan perstiwa tersebut tinggal kenangan. Harapan pun tertuju pada kerja kerasnya tim evakuasi yang dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat, yaitu di bawah tebing Batu Tapak, Cijeruk, Sukabumi, Jawa Barat yang memiliki kemiringan 85 derajat.

"Semoga cepet ketemu semuanya," singkatnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau