Wisata

Menko Kesra Dukung Sail Derawan

Kompas.com - 11/05/2012, 20:12 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mendukung Pulau Derawan di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, diperkenalkan sebagai aset wisata ke dalam dan ke luar negeri, terutama ke ASEAN.

"Pemprov Kaltim telah berencana menggelar Sail Derawan 2013. Saya setuju perlu ada promosi tentang keindahan dan potensi wisata Pulau Derawan. Event-nya tidak harus berkonsep sail, tetapi dalam bentuk visit juga bisa. Yang penting terpromosikan, dikenal masyarakat dalam dan luar negeri," ujar Agung di sela acara tentang UMKM produktif, di Hotel Bena Kutai, Balikpapan, Jumat (11/5/2012).

Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau adalah andalan pariwisata Kaltim. Kepulauan ini terdiri atas pulau utama, yakni Pulau Derawan, lalu Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua.

Potensi alam di sana, antara lain, adalah penyu hijau di Sangalaki dan Derawan, ikan pari di Sangalaki, melihat ubur-ubur tanpa sengat di Kakaban, dan pesona bawah laut di Maratua.

"Potensi promosi Derawan ke negara lain, terutama negara anggota ASEAN, besar. Ini juga sekaligus menghilangkan kesan bahwa kita (Indonesia) tidak selalu merawat alam," kata Menko Kesra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau