Kostum Baru Liverpool Picu Kontroversi

Kompas.com - 11/05/2012, 23:48 WIB

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Kostum baru Liverpool yang baru saja diluncurkan memancing kemarahan sejumlah keluarga korban tragedi Hillsborough.

Seragam baru "The Reds" untuk musim 2012/13 didesain Warrior, sebuah perusahaan Amerika, dan telah diluncurkan Jumat (11/5/2012).

Liverpudlian—penggemar Liverpool—menyambut desain baru itu dengan sukacita. Namun, keputusan untuk memindahkan simbol untuk mereka yang meninggal dalam tragedi Hillsborough yang jadi pemicunya. Sederhana, Liverpool dan desainernya tak berkonsultasi lebih dulu pada keluarga sejumlah korban. Tindakan itu, menurut Hillsborough Justice Campaign (HJC), sangat sensitif.

Kostum baru Liverpool menggantikan logo klub—berupa "Shankly Gates"—dengan lambang asli Burung Liver yang menggambarkan kesuksesan Liverpool era '70-an dan '80-an. Akibatnya, dua nyala api "Keadilan" untuk menghormati para korban tragedi Hillsborough dipindahkan ke sisi belakang.

Keputusan untuk memindahkan itu bukan sumber kemarahannya, melainkan karena tindakan klub yang hanya berkonsultasi dengan satu kelompok Hillsborough itulah yang memancing kegeraman.

Liverpool memang menyempatkan bertemu dengan tujuh anggota komite Kelompok Pendukung Keluarga Hillsborough (HFSG), tetapi tidak berdiskusi dengan grup lainnya.

HFSG adalah kelompok pertama yang dibentuk setelah tragedi Mei 1989. Mereka menyediakan dukungan moral untuk keluarga korban yang meninggal.

HJC juga melakukan aksi untuk sejumlah keluarga korban, tetapi fokus mereka menggali kebenaran di balik tragedi itu. Mereka mengadakan mediasi di Hillsborough pada 15 April 1989.

"Kami tahu dua nyala api Hillsborough dan angka 96 akan dipindahkan ke sisi belakang kostum setelah berkonsultasi dengan keluarga anggota. Konfirmasi kami, tak ada keluarga korban anggota HJC yang dihubungi untuk diajak berkonsultasi," tulis pernyataan resmi HJC.

Kelompok itu pertama mengetahui kabar itu dari pertemuan Barisan Komite Suporter (Supporters' Committee March).

"Itu menunjukkan LFC (Liverpool Football Club) mengacuhkan HJC dan keluarganya," lanjut pernyataan itu.

Sementara pihak klub berusaha menengahi dengan hati-hati.

"Kami sudah berkonsultasi dengan komite HFSG dan berdiskusi soal beberapa desain yang mereka pertimbangkan. Komite memilih salah satunya di mana termasuk angka 96 yang melambangkan jumlah korban yang meninggal. Semua sangat menghormati angka 96 dan keluarganya lebih dari rasa hormat terhadap klub ini," sebut juru bicara Liverpool yang tak disebut namanya.

"Sulit untuk berkonsultasi dengan semuanya setiap waktu. Saya tahu beberapa keluarga korban bergabung dengan HJC dan saya paham apa yang mereka katakan," sebut Margaret Aspinall, salah satu anggota dewan komite HFSG.

Tarik-ulur itu menodai peluncuran kostum baru "The Reds". Kesepakatan bisnis itu adalah kesepakatan aparel terbesar dalam sejarah Inggris. Liverpool bersepakat dengan Warrior Sports—perusahaan dari Boston, Amerika Serikat—dengan nilai kontrak 25 juta pounds atau sekitar Rp 375 miliar per tahun, lebih besar dari kontrak sebelumnya dengan perusahaan aparel Jerman, Adidas.

Warrior lebih dikenal di dunia olahraga lacrosse.

Menurut PR Marketing, perusahaan riset pemasaran dari Jerman, Liverpool adalah klub keempat terbanyak yang menjual replika kostumnya. Sekitar 900.000 kostum terjual setiap tahun. Hanya Manchester United, Real Madrid, dan Barcelona yang menjual lebih banyak.

Siapa Warrior Sports?

* Di Amerika, Warrior membuat peralatan olahraga dan aparel untuk hoki dan lacrosse.
* Pada 2004 perusahaan itu dibeli New Balance, tapi tetap mempertahankan sang pendiri, Dave Morrow, sebagai presiden dan direktur utama.
* Morrow, pemain lacrosse, mendirikan Warrior di asrama mahasiswa Princeton di mana ia mengembangkan stik titanium pertamanya. Dengan stik buatannya, Morrow membawa universitasnya lolos ke Kejuaraan Nasional pada tahun tersebut.
* Nama Warrior diambil dari tim sepak bola Amerika SMA Morrow dari Michigan, Brother Rice Warriors.

 

Sumber: BBC

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau