Warga Kendal Gelar Doa Bersama untuk Korban Sukhoi

Kompas.com - 12/05/2012, 09:00 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Sekitar 150 warga Kendal, Jawa Tengah, dari unsur pegawai negeri sipil (PNS), pelajar dan mahasiswa, serta polisi dan tentara berdoa bersama untuk korban kecelakaan pesawat Sukhoi di Pendapa Kabupaten, Jumat (11/5/2012). Doa yang dipimpin oleh KH Masduki dari Kangkung Kendal tersebut berjalan khidmat.

Sebelum doa dimulai, Masduki mengawalinya dengan siraman rohani. "Rezeki, jodoh, dan maut adalah rahasia Allah. Kita tidak bisa menolak, kalau Ia sudah menghendakinya," kata Masduki.

Terkait hal itu, Kepala Bagian Humas Kabupaten Kendal Hari Wasito mengatakan, doa bersama dilakukan oleh warga Kendal sebagai wujud rasa simpati yang mendalam kepada keluarga korban. "Kami hanya bisa memberi doa. Semoga yang menjadi korban diterima Allah sesuai amalnya, dan yang ditinggal semoga bisa bersabar," kata Heri.

Ia  menambahkan, siraman rohani di Pendapa Kabupaten ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan sekali. Pesertanya, selain dari PNS, juga dari polisi, kodim, pelajar, dan mahasiswa.

Salah satu peserta siraman rohani, Solekhah, berharap para korban bisa ditemukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau