Bertemu Investor, Baju Bos Facebook Dikritik

Kompas.com - 12/05/2012, 11:51 WIB

KOMPAS.com - Kaus dan sweter bertudung nampaknya telah menjadi pakaian favorit pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg. Saking favoritnya, Zuckerberg tetap mengenakannya di tengah acara formal yang kelak menentukan masa depan Facebook.

Pekan ini Zuckerberg mulai melakukan roadshow menawarkan saham perdana Facebook ke sejumlah investor. Road show pertamanya dilaksanakan di New York, dan Zuckerberg tetap mengenakan celana jins, kaus dan sweater bertudung atau populer disebut hoodie.

Gaya berbusana CEO berusia 27 tahun ini dikritik oleh peserta yang juga menghadiri acara tersebut. Menurut Michael Pachter, analis dari Wedbush Securities, memakai hoodie dalam pertemuan dengan calon investor adalah pertanda Zuckerberg tidak serius menawarkan saham perdananya.

"Menurut saya itu tanda ketidakdewasaan. Zuckerberg harus menunjukkan kepada investor bahwa Facebook layak untuk diinvestasi dengan uang mereka," ujar Pachter.

Ia berpendapat, seharusnya Zuckerberg menunjukkan rasa hormat agar para calon pemegang saham yakin bahwa dirinya mampu memimpin perusahaan yang sebentar lagi akan menjual saham ke publik dengan nilai terbesar sepanjang sejarah industri teknologi.

Analis lain juga melontarkan pendapat serupa. Dan Olds, analis dari Gabriel Consulting Group menyarankan agar Zuckerberg lebih menghargai dan menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang yang akan mendanai perusahaannya.

"Itu bisa disebut sebagai sebuah ketidakpedulian atau kesombongan, atau bahkan ia sama sekali tidak memikirkan apa yang ia kenakan. Aturan pertama dalam menjual saham adalah jangan beri kesan tak nyaman sebelum kau mencoba menjualnya," Olds.

Sementara itu, analis Brad Shimmin dari Current Analysis mengatakan, memang ada seragam standar ketika seseorang masuk ke dunia keuangan. Namun hal itu dinilai tidak terlalu penting bagi Shimmin. "Yang penting adalah bagaimana investor mengambil keputusan," ujarnya.

Hoodies yang dikenakan Zuckerberg tak bermaksud mengurangi rasa hormat kepada investor, karena Zuckerberg memang menyukai pakaian yang terkesan santai. Jangankan kaus dan sweter, Zuckerberg bahkan pernah rapat dengan perusahaan investasi Sequia Capital, hanya mengenakan pakaian yang terlihat seperti piyama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau