Keluarga Korban Sukhoi Ingin Melihat Jenazah

Kompas.com - 12/05/2012, 16:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mendengar keterangan yang disampaikan oleh Pimpinan DVI Indonesia, Kombes Anton Kastilani yang menganjurkan keluarga untuk pulang ke rumah, beberapa keluarga korban pesawat Sukhoi SSJ 100 masih tetap berada di RS Polri.

Thomas Irawan Sihombing yang merupakan kakak dari Kornel Sihombing menyampaikan bahwa pihak keluarganya masih belum tahu akan tetap tinggal di sini atau akan kembali. "Kami harus berbicara dengan keluarga," kata Thomas, di RS Polri, Sabtu (12/5/2012).

Thomas menyampaikan bahwa sebenarnya pihak keluarga menerima keterangan yang disampaikan oleh pihak DVI Indonesia. Namun sebelum kembali, pihak keluarga ingin melihat kondisi jenazah terlebih dahulu. "Kami minta izin untuk melihat apa benar itu adik kami. Dari berita, disebutkan bahwa ada jenazah yang utuh. Tapi kata polisi tidak ada jenazah yang utuh," ujar Thomas.

Saat meminta izin untuk dapat melihat jenazah, pihak keluarga masih belum diizinkan oleh kepolisian. Thomas menyampaikan bahwa polisi beralasan bahwa tidak akan mungkin bisa mengidentifikasi jenazah secara visual.

Sebelumnya, Kombes Anton Kastilani menyampaikan bahwa proses identifikasi terhadap para korban akan memakan waktu lama. Anton menganjurkan untuk keluarga korban agar kembali ke rumah dan beraktivitas kembali. Nantinya usai identifikasi, keluarga akan segera dihubungi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau