Penerbangan

Cuaca Buruk, Tiga Pesawat Dialihkan ke Batam

Kompas.com - 12/05/2012, 19:14 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com -- Akibat cuaca buruk, tiga pesawat masing-masing Garuda Indonesia dan dua pesawat Lion Air tujuan Pekanbaru, dialihkan mendarat ke Bandara Hang Nadim, Batam.

Pesawat Lion Air dari Medan, terlihat berputar-putar di atas kota Pekanbaru sebanyak empat kali, menunggu kesempatan mendarat, namun kemudian pilot terpaksa menaikkan pesawat untuk terbang menuju Batam.

"Cuaca di atas Bandara Pekanbaru ditutupi awan tebal, sehingga dapat membahayakan pendaratan. Pesawat Garuda cepat mengambil keputusan mengalihkan pendaratan ke Batam," ujar Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Sabtu (12/05/2012).

Berdasar pengamatan Kompas, udara di atas kota Pekanbaru mulai memburuk sekitar pukul 18.00 WIB. Padahal, sejak pagi, cuaca tampak terang-benderang. Pengunjung taman kota Pekanbaru, yang semula ramai langsung berteduh saat hujan mulai turun disertai angin kencang.

Di angkasa, dari arah utara, terlihat pesawat Lion yang terbang rendah bersiap mendarat. Namun beberapa saat kemudian pesawat itu kembali naik dan berputar-putar di atas Pekanbaru. Setelah 15 menit, akhirnya pesawat Lion JT 294 dari Medan itu dialihkan ke Batam.

"Masih ada satu lagi pesawat Lion JT 295 dari Jakarta tujuan Pekanbaru yang dilihkan ke Batam. Seluruhnya ada tiga pesawat," ujar Ibnu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau