Hidayat: Nomor Empat Simbol Empat Penjuru Mata Angin

Kompas.com - 12/05/2012, 22:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan Hidayat Nur Wahid - Didik Rachbini menyatakan puas dengan nomor urut yang diperoleh keduanya sebagai pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta. Keduanya telah ditetapkan mendapat nomor urut empat dalam Pilkada DKI Jakarta 2012.

Ditemui usai acara di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5/2012), Hidayat Nur Wahid merujuk angka empat sebagai simbol mata angin. "Alhamdulillah angka 4 apa pun filosofinya kita harus menjunjung tinggi nomor urut kita. Angka 4 bisa berarti empat penjuru mata angin," ujar Hidayat.

Ia lantas memaknai simbol penjuru mata angin sebagai penerimaan luas dari masyarakat. Menurut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu, empat penjuru berarti seluruh lapisan masyarakat, semua golongan dan kalangan menerima pencalonan keduanya. "Karena kita diterima semua kalangan, Insya Allah kita akan mengembalikan kepercayaan itu dengan memenuhi komitmen kita kepada warga masyarakat," kata Hidayat.

Pada kesempatan itu, Hidayat juga menyampaikan pesannya kepada warga DKI Jakarta. Ia mengutarakan, tahapan baru dalam proses Pilkada DKI Jakarta telah dimulai. Setelah Jumat (11/5/2012), nama-nama pasangan calon mendapat penetapan, hari ini masing-masing pasangan mendapatkan nomor urut resmi. "Mari kita memulai dengan semangat baru. Mari kita menggunakan cara-cara kampanye yang sehat, tidak perlu ada black campaign," seru Hidayat.

Sementara itu, pasangan yang mendapat nomor urut enam, Alex Noerdin dan Nono Sampono enggan mengomentari nomor urut yang didapatkan keduanya. Pasangan yang diusung Partai Golkar itu keluar dengan cepat dari ruangan begitu acara selesai tanpa memberikan pernyataan apa pun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau