London, Sabtu -
Fungsi dasar alat berbentuk seperti piringan itu adalah sebagai pengeras suara. Namun, alat itu juga bisa mengirim gelombang suara sejauh beberapa ratus meter, yang dapat digunakan untuk membubarkan kerumunan massa.
Instrumen bernama Peralatan Akustik Jarak Jauh (LRAD) ini pernah dipakai mengamankan konferensi tingkat tinggi negara-negara G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat, tahun 2009. LRAD juga digunakan satuan tugas internasional memerangi bajak laut di perairan Somalia.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, alat itu terutama digunakan sebagai pengeras suara untuk berkomunikasi atau memberhentikan perahu di Sungai Thames yang membelah London. Kapal patroli marinir HMS Ocean yang membawa LRAD juga dilengkapi senjata konvensional.
Inggris bekerja keras mengamankan Olimpiade, yang untuk ketiga kalinya diselenggarakan di kota itu setelah tahun 1908 dan 1948. Keseriusan panitia sempat menimbulkan kontroversi setelah kementerian pertahanan mengumumkan rencana menempatkan rudal darat-ke-udara di lantai teratas sejumlah apartemen di sekitar kompleks Olimpiade di London timur.
Awal bulan ini, pemerintah menggelar latihan pengamanan selama sembilan hari. Jet tempur menderu di atas ibu kota, dan helikopter melayang di atas gedung parlemen, untuk mempersiapkan operasi keamanan terbesar yang dilakukan Inggris di masa damai.
LRAD, produksi perusahaan Amerika Serikat, LRAD Corporation, dapat dipasang di tepi kapal laut atau di atap kendaraan polisi. Ukurannya bervariasi, yang terkecil tak lebih besar dari tutup tong sampah. Alat itu dapat membangkitkan intensitas suara hingga 150 desibel—setara letusan senjata api—dan mengarahkan ke lokasi berjarak maksimum 3 kilometer.
Meriam sonik itu juga dapat mengeluarkan alarm seperti sirene polisi. Menurut produsennya, alat itu ”berpotensi mencegah digunakannya senjata yang merusak atau mematikan”.
Tim perencana pengamanan Olimpiade menjelaskan, mereka bersiap menghadapi berbagai ancaman selama Olimpiade. Di antaranya unjuk rasa untuk membubarkan pertandingan dan serangan menggunakan pesawat yang dibajak. Sekitar 13.500 tentara akan membantu polisi selama Olimpiade berlangsung, 27 Juli-12 Agustus.