Pengamanan olimpiade

Inggris Gunakan Meriam Sonik

Kompas.com - 14/05/2012, 02:27 WIB

London, Sabtu - Militer Inggris akan dilengkapi dengan meriam sonik untuk mengamankan jalannya Olimpiade London 2012. Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasikan hal itu, Sabtu (12/5), setelah beberapa hari sebelumnya alat itu terlihat terpasang pada kapal pendarat di Sungai Thames.

Fungsi dasar alat berbentuk seperti piringan itu adalah sebagai pengeras suara. Namun, alat itu juga bisa mengirim gelombang suara sejauh beberapa ratus meter, yang dapat digunakan untuk membubarkan kerumunan massa.

Instrumen bernama Peralatan Akustik Jarak Jauh (LRAD) ini pernah dipakai mengamankan konferensi tingkat tinggi negara-negara G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat, tahun 2009. LRAD juga digunakan satuan tugas internasional memerangi bajak laut di perairan Somalia.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, alat itu terutama digunakan sebagai pengeras suara untuk berkomunikasi atau memberhentikan perahu di Sungai Thames yang membelah London. Kapal patroli marinir HMS Ocean yang membawa LRAD juga dilengkapi senjata konvensional.

Inggris bekerja keras mengamankan Olimpiade, yang untuk ketiga kalinya diselenggarakan di kota itu setelah tahun 1908 dan 1948. Keseriusan panitia sempat menimbulkan kontroversi setelah kementerian pertahanan mengumumkan rencana menempatkan rudal darat-ke-udara di lantai teratas sejumlah apartemen di sekitar kompleks Olimpiade di London timur.

Awal bulan ini, pemerintah menggelar latihan pengamanan selama sembilan hari. Jet tempur menderu di atas ibu kota, dan helikopter melayang di atas gedung parlemen, untuk mempersiapkan operasi keamanan terbesar yang dilakukan Inggris di masa damai.

LRAD, produksi perusahaan Amerika Serikat, LRAD Corporation, dapat dipasang di tepi kapal laut atau di atap kendaraan polisi. Ukurannya bervariasi, yang terkecil tak lebih besar dari tutup tong sampah. Alat itu dapat membangkitkan intensitas suara hingga 150 desibel—setara letusan senjata api—dan mengarahkan ke lokasi berjarak maksimum 3 kilometer.

Meriam sonik itu juga dapat mengeluarkan alarm seperti sirene polisi. Menurut produsennya, alat itu ”berpotensi mencegah digunakannya senjata yang merusak atau mematikan”.

Tim perencana pengamanan Olimpiade menjelaskan, mereka bersiap menghadapi berbagai ancaman selama Olimpiade. Di antaranya unjuk rasa untuk membubarkan pertandingan dan serangan menggunakan pesawat yang dibajak. Sekitar 13.500 tentara akan membantu polisi selama Olimpiade berlangsung, 27 Juli-12 Agustus. (Reuters/was)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau